SITI

SitiSalah satu film yang masuk dalam daftar nominasi Film Terbaik FFI 2015. Selain itu film ini juga menjadi pemenang dalam acara Apresiasi Film Indonesia 2015, ajang penghargaan tahunan yang diadakan Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan. SITI menyisihkan Filosofi Kopi dan Tabula Rasa. Awalnya mengira melewatkan pemutaran film ini di bisokop komersial. Ternyata “SITI” sejak diproduksi tahun 2014 tidak diedarkan secara luas di bioskop. Siti hanya diputar dalam berbagai acara komunitas film dan festival festival baik di dalam dan di luar negeri.

Siti, film hitam putih yang menceritakan perjuangan seorang perempuan bernama Siti yang harus menghidupi keluarga kecilnya setelah suaminya sakit lumpuh. Suaminya hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Siti juga harus menghidupi seoarang anak dan seorang mertua. Siti yang pagi sampai sore hari berjualan peyek di pantai Parangtritis, malamnya harus bekerja lagi sebagai gadis pelayan karaoke. Pekerjaan yang harus dilakoninya untuk menutupi kebutuhan keluarga dan utang suaminya, semasa kerja di laut dulu. Siti mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi membayar utang kepada rentenir. Di karaoke tempat kerjanya, Siti bertemu dengan Gatot, perwira polisi yang tertarik dan ingin meminangnya. Ditengah kebutuhan hidup yang mendesak, beban utang yang menumpuk, dan tawaran pinangan dari Gatot, Siti diperhadapkan pada situasi yang sulit.

Siti, yang diperankan sangat baik oleh Sekar Sari, aktris yang belum begitu dikenal masyarakat luas, namunSiti 3 aktingnya memukau. Sangat disayangkan malah tidak masuk kedalam nominasi pemeran utama wanita terbaik FFI 2015. Sekar meraih penghargaan sebagai Best Performance dalam Singapore International Film Festival ke 25, tahun lalu.

Film ini sangat sederhana. Dibuat dengan sederhana dengan format sederhana. Namun dibalik kesederhanaan film ini, penonton seakan diajak mendekat dan masuk kedalam dunia Siti. Dunia hitam putih. Berbicara tentang realitas  kehidupan masyarakat pinggiran pantai di Yogyakarta. Kehidupan nelayan yang sangat bergantung dengan alam, dimana laut bisa jadi sumber penghidupan sekaligus petaka bagi para nelayan. Anak anak gadis yang bekerja di luar negeri jadi TKW, dan juga jadi gadi pelayan karaoke di pinggiran pantai. Terkadang tidak ada pilihan lain untuk lepas dari itu semua. Kemiskinan membelenggu kehidupan mereka.

Siti, bercerita tentang kesetiaan seorang istri. Mengurus keluarga. Mengurus anak, mertua dan suami yang sakit permanen. Siti setia melayani suaminya, memberi makan, memandikan, dan menggantikan peran suaminya sebagai tulang punggung keluarga. Terkadang membuatnya merenung akan kehidupan yang dia jalani. Siti juga bercerita tentang perjuangan seorang istri.  Siti harus bekerja berjualan peyek di pantai dari siang hingga sore, dan malamnya sebagai gadis pelayan karaoke, demi utang utang suaminya. Siti masih tetap setia mengurus suami dan keluarganya, walau ada godaan akan kehidupan yang lebih baik yang ditawarkan lelaki lain.

Siti 4Bagaimanapun Siti tetaplah sebagai manusia biasa, seorang perempuan yang terkadang lelah menghadapi semuanya. Siti terkadang merasa bahwa tidak ada campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. “Tuhan lagi piknik”, begitu ujarnya pada ibu mertua yang menyuruh agar dia tetap sabar. Siti juga lelah akan suami yang masih setia diurusnya malah mendiamkannya karena bekerja di tempat karaoke. Akhirnya Siti menyudahi perjalanannya setelah suaminya bicara “pergilah” saat dia menyampaikan curahan hatinya akan tawaran pinangan dari pria lain. Siti  keluar dari rumah, kabur ke arah pantai dan lautan dan menumpahkan emosinya disana.

Categories: Film | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “SITI

  1. Endingnya siti nikah sama orang lain? Penasaran.

  2. Penasaran pengen nonton filmnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.