Butiran Debu

Lagu yang manis dan sangat galau. Bagi yang baru putus cinta, bagi yang dikhianati atau lagi yang berada dalam posis sulit dalam hubungan percintaan lagu ini sepertinya sangat pas menggambarkan suasana hati. Meleleh. Melebay…hehe

Sebenarnya lagu ini bisa saja diinterpretasikan berbeda oleh masing masing pendengar. Bait akhir lagu yang liriknya “aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam, aku terjatuh dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpa mu butiran debu”  bisa diinterpretasikan akan Keagungan dan Kebesaran Tuhan. “tanpa mu” diganti oleh “tanpa-Mu”. Sangat pas sekali, karena lagu ini seperti lagu rohani kebanyakan diiringi dengan piano. Dengan akustik gitar sekalipun bait lagu ini sepertinya cocok sebagai lagu pengiring saat teduh dalam kebaktian. Mengapa tidak kan?. Pada bait tersebut dapat digambarkan tentang manusia dalam kehidupannya. Manusia yang sering terjatuh, tersesat dan terjerumus. Manusia yang selalu jatuh dalam dosa dan kesalahan. Manusia yang sangat kecil dimata Tuhan dengan kuasanya sangat besar. Kita tidak ada apa apanya, hanya butiran debu. Siapakah aku ini Tuhan, dari biji mata Mu? Yaa, butiran debu. Apa yang kita miliki sekarang, apa yang telah kita raih semuanya berkat kebaikan dan kemurahan Tuhan. Pantaskah kita bermegah dan menyombongkan diri???? Absolutely not. (ce ileh, gue kayak kakak kelompok nih ya. Hehe).

Tetapi emang jujur sih, kita tidak ada apa apanya. Tuhan lah penolong dan penuntun jalan hidup kita. Tuhan penyemangat dan penghibur kita, sahabat sejati kita yang selalu ada dalam setiap suka dan duka. Terkadang memang jatuh dan terpuruk dalam suatu kondisi. Disaat saat itu kita pasti merasa sendiri, tidak ada yang menemani, seakan semua menjauh dan tidak perduli.

Nah, untuk bait bait pertama, tampaknya emang gak ada hubungannya (gak bisa aku korelasikan) dengan embel embel religius, rohani atau yang berhubungan dengan Tuhan. Emang murni situasi seseorang yang sedang galau. Siapakah dia? Yuppp namanya Cinta. Dari awal dia kan sudah perkenalan diri kalau namanya cinta. Hehe. Seorang teman bercerita lewat bbm bahwa dia sedang mengalami masa masa yang sulit dalam kisah cintanya. Baru putus tepatnya. Mungkin situasinya pas banget dengan lagu ini. Terjatuh, tenggelam dan tersesat. Baginya kekasih itu sangat penting, karena kekasih yang membantu dan menemani disaat2 sulit dalam hidupnya. Gimana caranya untuk bertahan kalo kita sendirian??  Itu tanya nya?? Sebenarnya iya juga sih. Baginya, kekasih adalah pelipur lara, ce ileehh, yang selalu menemani. Tetapi masalahnya bagaimana ketika putus? Memang sih cari yang baru, tetapi pasti ada waktu kosong dan terpuruk. Berbeda halnya dengan teman atau sahabat. Memang benar kata sebagian orang bahwa teman itu terbatas, ada ranah ranah pribadi yang tidak dimasuki oleh teman. Oleh karena itu kita mencari yang namanya sahabat. Lebih dari seorang teman. Sahabat yang baik dan sejati tentunya ada dalam setiap suka dan duka. Saat kita tertawa dan menangis. Itu yang namanya sahabat. Ketika kita belum menemukan sahabat yang sejati, yaaaa, mau gak mau kita harus bertahan. Kita hadapi sendiri. Ini lah kehidupan. Ini lah realitas yang terjadi. Kita harus tangguh dan survive. Disaat terlemah dalam hidup kita selalu ada celah koq untuk bangkit. Ada sahabat terhebat yang selalu menopang. Tuhan. Itu sahabat terhebat kita. Percayalah…dia hanya sejauh doa.

Aku terjatuh tetapi masih bisa bangkit lagi. Aku tersesat tetapi tahu arah jalan pulang. Kan ada google atau blackbarry maps. Kan bisa tanya orang orang. Hari gini masih tersesattttt. Hehe. kidding

Categories: Goresan Pena | Tags: , , | 12 Komentar

Navigasi pos

12 thoughts on “Butiran Debu

  1. Andri Yosephindo Hutauruk

    Apapaun arti dari lagu ini,, yang penting enak didengar. Karna saya hanya butiran debu,.hehehee

  2. Uli Joendareny

    Bang Ekooo..lagu siapa ini?hehehe…yang pertama liriknya itu—namaku cinta–itu?(lagi buru-buru jadi gak bisa baca semua…eh yaaaa..met ultaaahh..makan-makan bang..udah 5 tahun gak makan-makan sama abang lagi ;( ;p

  3. haposanhasianku

    hmmm,,, like this… emang benar2 bah

    butiran debu, krn manusia jg akan kembali lg menjadi debu

  4. linda_pea

    mantapppp… like this

  5. evi Tompul

    akan lebih mantap lagi kalo bg eko yang nyanyikan…hehehehehehe

    • Eko Sanjaya Tamba

      pasti dong…
      aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.., #nyanyikkkkkk

  6. fransyah

    mas,,apa c makna BUTIRAN DEBU?

  7. santosoyusak

    salam kenal mas Eko,

    saya melihat lagu ini sperti lagu rohani, sama seperti ulasan mas Eko di atas..
    coba cek music video saya

    smoga jadi berkat bagi kita semua ya..
    thx
    GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.