The Next 100 Years A Forecast for The 21st Century

Tulisan ini didasarkan atas buku George Friedman yang berjudul The Next 100 Years: A Forecast for The 21st Century yang diterbitkan oleh Doubleday pada tahun 2009 di New York. Adapun yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah tentang ramalan, perkiraan atau pendapat Friedman tentang kemungkinan yang terjadi pada situasi dalam tata dunia internasional salama seratus tahun kedepan. Friedman menjelaskan tentang perubahan geopolitik dan power negara-negara di dunia dan kecenderungan interaksi antara negara tersebut dalam mempertahankan dominasi dan eksistensi negaranya terkhusus Amerika Serikat sebagai kekuatan besar dunia dimana Amerika akan tetap menjadi kekuatan terbesar selama beberapa dekade kedepan disamping munculnya beberapa negara sebagai kekuatan baru.

Salah satu hal yang penting dalam studi-studi stratejik (strategic studies) adalah bagaimana menggambarkan atau meramalkan kondisi dunia beberapa tahun kedepan. Tentu saja hal tersebut diperlukan karena perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat telah mengakibatkan perubahan kondisi negara-negara di dunia. Jatuh bangunnya negara, perkembangan situasi politik, ekonomi dan masyarakat internasional serta perubahan tata dunia yang mengakibatkan hubungan antar negara semakin kompleks. Memprediksi masa depan diperlukan sebagai dasar dalam mengambil suatu kebijakan dalam perencanaan kedepan. Hal ini bukan hanya dalam hal perencanaan dibidang pertahanan dan keamanan melainkan juga dalam hal perencanaan ekonomi, sosial, budaya sebagai usaha antisipasi kemungkinan yang terjadi di masa depan dan juga sebagai sebuah strategi dalam mencapai atau  mempertahankan eksistensi suatu negara.

Friedman dalam bukunya mengemukakan pendapatnya tentang apa yang akan terjadi selama seratus tahun kedepan dalam dunia internasional terkhusus terkait dengan power negara-negara di dunia. Friedman mengemukakan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi negara dengan kekuatan terbesar (super power) dengan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya dan kawasan Amerika Utara akan menjadi pusat kekuatan (center of gravity). Abad 21 akan menjadi era Amerika Serikat.

Dalam buku nya, Friedman menjelaskan tentang perubahan geopolitik dunia yang dimulai dari abad 20 dan terus berubah drastis setiap dua puluh tahun tahun berikutnya. Pada abad 20 dimana telah terjadi perubahan geopolitik dan power negara-negara di dunia dimana Eropa yang pada masa lalu adalah sebagai pusat kekuatan dunia telah kehilangan perannya. Dominasi negara-negara Eropa yang dahulunya adalah kekuatan besar seperti Inggris, Jerman, Perancis telah berkurang bahkan hilang. Uni Soviet yang sempat menjadi super power penyaing Amerika Serikat juga ikut runtuh pada akhir abad ke 20. Amerika Serikat akan tumbuh menjadi suatu kekuatan yang sangat besar selama abad ke 21. Abad ke 21 juga akan ditandai dengan penurunan jumlah buruh dalam dunia industri, permasalahan terkait lingkungan, krisis mineral dan krisis energi serta perkembangan seni berperang yang sudah bergerak ke orbit dan perang bintang dan perkembangan industri luar angkasa.

Jalur geopolitik dunia yang strategis yakni Lembah Pasifik yang didominasi oleh kekuatan besar Amerika Serikat; kawasan Eurasia setelah jatuh nya Uni Soviet dimana Rusia muncul sebagai kekuatan utama; kawasan Eropa yang dipimpin negara-negara Eropa Timur seperti Polandia; kawasan dunia Islam dimana Turki sebagai kekuatan baru yang pada masa lalu juga sebagai kekaisaran besar; terakhir Meksiko sebagai kekuatan baru yang posisinya di Amerika Utara menjadi sangat penting. Jalur-jalur geopolitik yang dikemukakan oleh Friedman ini akan menjadi sebuah kekuatan baru selama beberapa dekade kedepan tetapi tetap dengan Amerika Serikat sebagai pusat kekuatan dunia.

Friedman menjelaskan dalam bukunya tentang apa yang akan terjadi pada tahun 2020 dimana Rusia dan China memang berkembang menjadi sebuah kekuatan besar. Rusia akan mendominasi kawasan Kaukasus hingga kawasan Eropa Timur dan China akan menjadi negara industri baru dan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada kawasan Asia Timur, Asia secara keseluruhan hingga kawasan Pasifik dan menjadi sebuah ancaman bagi Amerika Serikat sebagai kekuatan dunia. Perkembangan Rusia dan China tidak akan bertahan lama karena Rusia akan mengalami keruntuhan untuk ketiga kali sejak 1917, 1991 dan perkiraan tahun 2020. Populasi yang menurun dan tekanan dalam negeri akan membuat Rusia melemah dan militernya akan runtuh secepatnya setelah 2020. Begitu juga dengan China yang akan mengalami defisit energi, masalah politik dan sosial dalam negeri akan mempengaruhi perkembangan negara tersebut kedepaan. China tidak akan menjadi kekuatan geopolitik karena disebabkan oleh letak geografisnya yang terisolasi; perkembangan militer dimana China tidak menjadi salah satu kekuatan laut utama dalam beberapa abad ini; serta permasalahan ekonomi, politik dan sosial masyarakatnya yang cenderung tidak stabil.

Friedman berpendapat akan munculnya Jepang, Turki dan Polandia sebagai kekuatan-kekuatan baru yang mendominasi dunia internasional. Jepang sebagai negara maju dengan kekuatan ekonomi yang besar akan mendominasi kawasan Asia Timur serta menguasai kawasan maritim Rusia. Turki muncul sebagai kekuatan dominan dari dunia islam dengan ekonomi dan militer yang semakin berkembang. Sejarah Turki yang pada masa lalu adalah kekaisaran Islam terbesar telah menjadi sebuah keyakinan akan munculnya negara ini sebagai kekuatan dominan dalam kawasan Arab, Kaukasus, daerah Balkan hingga Eropa. Polandia yang dahulu nya adalah negara komunis diprediksi oleh Friedman sebagai kekutan baru dalam beberapa dekade kedepan bersama aliansinya dengan negara-negara kawasan Eropa Timur seperti Hongaria dan Romania. Munculnya kekuatan-kekuatan baru tersebut diramalkan Friedman tidak akan menggangdu dominasi Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia. Amerika Serikat akan berkoalisi dengan negara-negara tersebut untuk mengukuhkannya tetap sebagai kekuatan utama.

Pada buku nya, Friedman juga meramalkan akan kemungkinan yang terjadi di Amerika Serikat pada era 2020 hingga 2100. Masalah dalam negeri  Amerika Serikat dalam bidang kependudukan terkait buruh dan imigrasi juga mencuri perhatian. Perkembangan Meksiko sebagai kekuatan pada 2080-2100 telah menjadi persoalan Amerika Serikat terkait imigrasi penduduk yang terjadi diantara dua negara tersebut. Permasalahan lain seperti krisis energi juga merubah peta geopolitik dunia. Energi Surya menjadi alternatif dengan pengembangan industri yang berbasis luar angkasa. Ruang tenaga surya akan menjadi sumber energi yang tidak terbatas. Berkurangnya ketergantungan akan minyak telah menghilangkan dominasi negara-negara penghasil minyak. Negara-negara di dunia semakin gencar meluncurkan satelit sendiri dan melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan industri dan teknologi luar angkasa. Satelit yang akan diluncurkan diperkirakan akan dapat memanen energi surya yang dibutuhkan. Perkembangan industri dan teknologi yang berbasis luar angkasa membuat negara-negara di dunia bersaing satu sama lain. Friedman berpendapat, perang bintang bisa saja akan terjadi. Seni berperang akan bergerak ke orbit, industri akan berkembang membuat pengeluaran yang sangat besar bagi suatu negara.

Apa yang dikemukakan oleh Friedman pada bukunya menarik untuk diperbincangkan. Ramalan Friedman tentang dunia pada beberapa dekade kedepan adalah sebuah hal yang menakjubkan namun bukan tidak menyisakan perdebatan. Menurut Friedman, Amerika Serikat tetaplah menjadi sebuah kekuatan global yang tidak tertandingi. Kekuatan-kekuatan baru yang muncul merupakan kekuatan-kekuatan penyeimbang dan masih digolongkan dalam tataran kekuatan regional. Pada bukunya Friedman tidak menganggap China sebagai kekuatan yang akan menggantikan dominasi Amerika Serikat serikat dengan beberapa faktor yang telah dikemukakannya. Hal sangat berbeda dengan apa yang menjadi perbincangan dalam tataran global tentang perkembangan China. China muncul sebagai sebuah kekuatan baru yang mengancam Amerika Serikat.

Perkembangan China bukan hanya dalam bidang ekonomi sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat dengan meninggalkan Jepang dan Jerman. Militer China juga berkembang sangat pesat dengan anggaran militer terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. China memiliki militer terbesar dunia, dengan 2,3 juta personel aktif dan 1,2 juta personel cadangan. Sementara Amerika memiliki jumlah personel aktif dan cadangan di bawah 3 juta orang. Untuk kekuatan darat, China memiliki 1,9 juta personel, 14 ribu tank, 14.500 satuan artileri dan 453 helikopter. Sedangkan untuk kekuatan udara, China memiliki 470 ribu personel, 2.556 pesawat tempur, 400 jet penyerang daratan (ground attack). Untuk kekuatan laut, China memiliki 250 ribu personel, 66 kapal selam, 27 kapal perusak, dan 52 pergat (frigate). Sementara di gudang senjata, China memiliki 100 ribu personel, 140 rudal nuklir, 1.000 antirudal. China memiliki senjata Dong Feng 21D, rudal darat yang mampu mencapai sebuah kapal induk sejauh 2.000 mil di lepas pantai. Selain membeli hak lisensi dan mereproduksi jet tempur Sukhoi-27 dari Uni Soviet, setelah keruntuhannya. Pada 2020 China diperkirakan akan memiliki beberapa armada kapal induk, menyesuaikan dengan kekuatan angkatan lautnya yang besar.(1) China juga telah berhasil mengirimkan pesawat keluar angkasa, hal ini menjadikan China sebagai negara ketiga setelah Rusia, dan Amerika Serikat yang berhasil mengirimkan awak pesawatnya keruang angkasa.

Apa yang telah menjadi fakta tentang perkembangan China dari segi ekonomi, militer dan teknologi sepertinya dapat mematahkan asumsi Friedman tentang faktor penghambat China menjadi kekuatan besar dimana perkembangan militer menjadi sebiah kendala. Perkembangan negara-negara lain seperti India dan Brazil tidak menjadi sasaran perhatian Friedman dalam bukunya. Friedman mencatat bahwa India tidak akan berkembang menjadi kekuatan besar karena posisinya yang tidak strategis diisolasi oleh pegunungan Himalaya. Hal ini juga sangat jauh berbeda dengan apa yang telah terjadi dewasa ini, dimana Brazil dan India juga akan muncul sebagai salah satu kekuatan baru dalam tataran dunia internasional. BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) telah menjadi raksasa baru dengan menggantikan Jepang dan Uni Eropa. Amerika Serikat juga mulai menganggap China dan India sebagai salah satu pesaing dalam tataran global. Perkembangan negara-negara kawasan Afrika juga tidak mendapat perhatian Friedman dalam bukunya. Tidak ada satu pun negara Afrika yang mendominasi dan yang menjadi perhatian, sekalipun Afrika Selatan sebagai salah satu negara anggota G20 dengan perkembangannya. Afrika Selatan mulai bergabung dengan kelompok BRIC yang akan berubah menjadi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, South Africa). Afrika Selatan sebagai kekuatan yang mendominasi dikawasan Afrika.

Jika kita membandingkan antara ramalan Friedman dan ramalan Eamonn Kelly dalam bukunya Powerful Times: Rising to The Challenge of Our Uncertain World(2) terdapat beberapa perbedaan namun masih ada persamaan. Friedman maupun Kelly masih berkutat dan berfokus pada Amerika sebagai kekuatan hegemonik dalam sistem kekuatan dunia. Hal tersebut memang tidak bisa kita pungkiri melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Hal ini akan tentu saja akan berubah beberapa dasawarsa kedepan. Friedman yang menganggap Amerika masih tetap akan bertahan sebagai superpower dengan beberapa kekuatan dibawahnya, sementara Kelly dalam pendapatnya menyatakan dominasi Amerika akan berkurang. Namun Kelly masih tetap meramalkan 3 konsep skenario untuk beberapa dasawarsa berikutnya. Terdapat tiga skenario yang mungkin hadir yakni; Kemunculan (Emergences), Abad Amerika Baru (New American Century) dan Kekuasaan campuran (Patchwork). Ketiga skenario tersebut tidak terlepas dari keberadaan dan eksistensi Amerika Serikat sebagai kekuatan super power dunia. Kelly berpendapat pengaruh dan peran AS di dunia dapat melemah dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini dikarenakan kekuatan ekonomi AS yang tidak pasti pada masa mendatang dengan utang konsumen pada level yang tinggi dan defisit anggaran yang terus bertambah. AS juga menderita kegagalan dalam perang global. Dunia harus dapat meramalkan masa depan tanpa kepemimpinan Amerika Serikat.

Apa yang dikemukakan oleh Friedman tentu saja berbeda dengan apa yang telah dikemukakan oleh Standard Chartered Research sebuah bank terkemuka di Inggris dengan laporan ”The Super-Cycle Report”(3) yang menyatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi perubahan kekuatan ekonomi dunia. China akan menjadi kekuatan utama menggeser Amerika Serikat, India akan menjadi kekuatan ekonomi ketiga menggeser Jepang dan Brazil akan menjadi kekuatan ekonomi ke lima, bahkan Indonesia yang juga sebagai anggota G20 dengan populasi muslim terbesar di dunia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke sepuluh.

Pada ramalannya, Friedman tidak menjadikan Indonesia sebagai sesuatu kekuatan  yang dapat mencuri perhatian. Pada bukunya, Friedman hanya menulis dua kalimat tentang Indonesia terkait dunia muslim bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar bukan dalam posisi menonjolkan dirinya. Setelah Indonesia dan Pakistan, terdapat tiga negara muslim terbesar (4). Dunia Islam akan diwakili oleh Turki sebagai kekuatan terbesar. Apa yang dikemukakan oleh Friedman berbeda dengan hasil penelitian Standard Chartered tentang Indonesia yang akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke sepuluh.

Indonesia, terlepas dengan apa yang telah dikemukakan oleh Friedman dan hasil penelitian Standarad Chartered masih merupakan negara yang belum mampu memainkan peranan dengan potensi yang dimilikinya. Sebagai negara muslin terbesar di dunia, sebagai salah satu negara anggota G20 dan sebagai negara besar dikawasan Asia Tenggara, Indonesia masih menyimpan banyak kelemahan sehingga potensi yang ada tidak dapat dikembangkan sebagai upaya menjadi negara besar di dunia. Power bukan hanya terkait dengan kekuatan ekonomi yang diukur berdasarkan pendapatan nasional (GDP) namun juga mencakup kekuatan pertahanan dan keamanan, kondisi sosial budaya, kestabilan politik dan hukum dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Power juga mencakup tentang apa yang dimiliki Indonesia sehingga membuat negara-negara lain segan dan menganggap Indonesia sebagai sebuah kekuatan yang mengancam.. Segenap aspek tersebut menjadi sebuah ketahanan nasional Indonesia, ketahanan nasional yang juga sebagai power yang akan dimanfaatkaan dan didayagunakan sebagai instrumen dalam rangka memperkuat eksistensi negara dan menciptakan kondisi yang memungkinkan Indonesia dipandang sebagai sebuah kekuatan baru dalam tata dunia Internasional.

Terlepas dari ramalan ramalan George Friedman, Eamonn Kelly maupun apa yang dikemukakan lembaga lembaga penelitian dunia, situasi geopolitik dan lingkungan strategik internasional sedang mengalami perubahan yang signifikan. Setiap negara berlomba lomba meningkatkan power nya agar mampu bersaing dengan negara lain. Apa yang dikemukakan para pemikir tersebut dengan ramalan dan asumsinya hanyalah sebuah ramalan dan pemikiran yang bisa saja meleset bahkan bisa saja benar akan terjadi. Dunia sedang dalam kondisi ketidakpastian. Pastinya, kita sudah tidak sabar untuk menjalani seratus tahun kedepan untuk membuktikan ramalan ramalan tersebut.

(1) Anggaran Militer China Terbesar Kedua dalam <http://internasional.kompas.com/read/2009/06/09/14552348/anggaran.militer.china.terbesar.kedua,> diakses pada tanggal 12 April 2011.

(2) Eamonn, Kelly. Powerful Times: Rising to The Challenge of Our Uncertain World. (New Jersey: Wharton School Publishing. 2006.)

(3) <http://www.standardchartered.com/id/_documents/press-releases/en/The%20Super-cycle%20Report-12112010-final.pdf,> diakses pada 12 April 2011

(4) George Friedman, The Next 100 Years: A Forecast for the 21st Century (New York: Doubleday, 2009) hal. 79.

DAFTAR PUSTAKA

Fishman, Ted.C. China Inc.Bagaimana Kedigdayaan China Menantang Amerika dan Dunia. Jakarta: Elex Media Komputindo. 2008

Friedman, George. The Next 100 Years. A Forecast for the 21st Century. New York:          Doubleday.2009.

Kelly, Eamonn. Powerful Times: Rising to The Challenge of Our Uncertain World. New    Jersey: Wharton School Publishing. 2006.

Kumpulan Artikel Kompas. India, Bangkitnya Raksasa Baru Asia. Jakarta: Kompas.         2009

Anggaran Militer China Terbesar Kedua dalam <http://internasional.kompas.com/read/2009/06/09/14552348/anggaran.militer.china.terbesar.kedua,>

<http://www.standardchartered.com/id/_documents/press-releases/en/The%20Super-cycle%20Report-12112010-final.pdf,>

Categories: Catatan Kuliah | Tags: , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “The Next 100 Years A Forecast for The 21st Century

  1. apik mas, ulasannya sangat keren dan tuntas…

    • Eko Sanjaya Tamba

      hehe, terima kasih mas..
      semoga bisa menambah ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.