Public Diplomacy and the War on Terrorism

Tulisan ini dibuat berdasarkan atas jurnal Foreign Affairs, Vol. 81, No. 5 (Sep- Oct, 2002), halaman 74-94 yang berjudul Public Diplomacy and the War on Terrorism karangan Peter G. Paterson. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai diplomasi publik Amerika Serikat sebagai salah satu upaya dalam perang melawan terorisme. Dalam tulisan ini akan dijelaskan bagaimana langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat dalam memperkuat peran diplomasi publik dengan disertai beberapa upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah untuk memerangi terorisme secara efektif.
Diplomasi publik merupakan suatu usaha atau langkah yang dilakukan oleh suatu negara atau pemeritah untuk mencapi kepentingan nasional negara tersebut melalui proses understanding, informing and influencing foreign audience. Dengan kata lain proses diplomasi publik dapat dilakukan bukan hanya melalui pendekatan government to government melainkan government to people dan people to people relation. Tujuannya adalah agar masyarakat internasional mempunyai persepsi baik tentang suatu negara, sebagai landasan sosial bagi hubungan dan pencapaian kepentingan yang lebih luas.
Aktivitas diplomasi menunjukkan peningkatan peran yang signifikan seiring dengan semakin kompleksnya isu-isu atau permasalahan yang terjadi dalam hubungan internasional. Hubungan internasional tidak lagi dipandang hanya sebagai hubungan antar negara namun juga meliputi hubungan antar masyarakat internasional. Oleh karena itu aktivitas diplomasi publik yang melibatkan peran serta publik akan semakin dibutuhkan dalam rangka melengkapi proses diplomasi.
Amerika Serikat sebagai negara adidaya dan memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar dalam dunia internasional memanfaatkan atau menggunakan diplomasi publik dalam rangka mendorong perbaikan citra negara Amerika menjadi semakin lebih baik dimata masyarakat internasional. Perang melawan terorisme yang dikumandangkan oleh Amerika Serikat membutuhkan diplomasi publik yang disertai dengan komitmen yang baru dalam pengetahuan tentang kebijakan luar negeri dan struktur yang baru. Diplomasi publik sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pesan kepada rakyat Amerika dan masyarakat dunia internasional pada khususnya, mengapa pemerintah berjuang dan berupaya dalam perang melawan terorime. Pemerintah Amerika Serikat perlu meyakinkan publik internasional bahwa perang tersebut sangat dibutuhkan dan mendesak untuk dilakukan. Terorisme harus diperangi sebagai suatu hal yang dapat mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.
Upaya Amerika melawan terorisme menjadi perhatian masyarakat internasional. Dalam perang melawan teroris tersebut, Amerika tidak sedikit mendapat kritikan dan kecaman mengenai langkah yang telah dilakukan karena merugikan dan mengancam keselamatan negara lain terutama negara-negara berpenduduk muslim. Serangan 11 September 2001, membuat isu terorisme menjadi sangat penting untuk dibicarakan. Terkait bagaimana upaya untuk memerangi tindakan teror tersebut.
Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak citra Amerika dimata publik internasional. Amerika Serikat tidak selalu membuat orang bahagia dengan kebijakan-kebijakannya. Kebijakan luar negeri bukan lagi monopoli pemimpin negara dan menteri pemerintahan. Masyarakat telah memiliki pengaruh yang cukup signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memperoleh akses mengenai kebijakan tersebut. Tidak ada kebijakan luar negeri yang sukses dan berhasil tanpa adanya penopang, kemampuan berkordinasi dan komitmen yang baik. Diplomasi publik merupakan salah satu unsur penopang dalam keberhasilan suatu kebiijakan luar negeri.
Diplomasi publik direformasi dan diperbaharui melalui beberapa cara utama yang efektif seperti: mengembangkan suatu strategi dan kordinasi kerangka kerja; meningkatkan kebiasaan dialog dua arah sebagai pengganti cara konvensional satu arah; memperluas keterlibatan sektor swasta; meningkatkan efektifitas dari sumber daya diplomasi publik dan memperluas asset atau nilai-nilai dalam diplomasi publik.
Mengembangkan suatu strategi dan kordinasi kerangka kerja merupakan salah satu cara memperkuat peran diplomasi publik dan membuatnya sebagai suatu prioritas. Pemerintah Amerika Serikat berkomitmen untuk mereformasi diplomasi publik dan membuatnya sebagai elemen yang penting dan utama dalam kebijakan luar negeri Amerika. Strategi juga dilakukan dengan menciptakan struktur koordinasi diplomasi publik yang dipimpin oleh presiden. Oleh karena itu dibentuk The Public Diplomacy Coordinating Structure (PDCS) yang memberikan nasehat dan masukan kepada presiden mengenai diplomasi publik dalam kebijakn luar negeri. Selain itu, salah satu strategi yang diambil adalah memindahkan atau membawa diplomasi publik dari pinggiran ke pusat pada pembuatan kebijakan luar negeri. Upaya ini dilakukan agar pada proses pengambilan kebijakan luar negeri tetap memperhatikan atau perduli pada kepentingan publik internasional. Diplomasi publik harus menjadi bagian yang menyatu dengan kebijkaan luar negeri. Diplomasi publik harus dapat membantu menjelaskan bagaimana suatu kebijakan luar negeri Amerika tersebut tidak hanya dapat bernilai dan penting bagi orang Amerika saja melainkan juga masyarakat internasional
Cara utama kedua yang diambil dalam memperkuat peran diplomasi publik adalah meningkatkan kebiasaan dua jalan dialog sebagai pengganti cara konvensional satu arah dan menekan media massa. Upaya ini dapat dilakukan dengan mendorong adanya dialog dan komunikasi yang baik dengan kalangan masyarakat Islam radikal yang dipandang pemerintah Amerika sebagai komponen penting terkait serangan teroris 11 September 2001. Diplomasi publik mencoba untuk mempengaruhi opini dan menggerakkan publik pada jalan yang mendukung kepentngan dan kebijakan spesifik Amerika Serikat. Oleh karena itu juga dibutuhkan hubungan yang baik antara pemerintah Amerika dengan jurnalis atau media asing sebagai media penyampai pesan mengenai Amerika Serikat seperti nilai-nilai budaya dalam keluarga dan pergaulan, nilai demokrasi, kebebasan , kepekaan pada permasalahan sosial kepada khalayak dunia.
Peran sektor swasta dalam diplomasi publik perlu ditingkatkan keterlibatannya. Hubungan internasional atau hubungan luar negeri bukan hanya menjadi monopoli pemerintah. Masyarakat termasuk sektor swasta perlu ditingkatkan perannya. Beberapa langkah yang diambil adalah menciptakan peraturan yang cukup bagi sektor swasta, mengirimkan pembawa pesan yang memiliki kredibilitas dan independent seperti meningkatkan keterlibatan penduduk Amerika Serikat yang memiliki latar belakang atau hubungan dengan masyarakat Arab dan muslim dalam berbagai sektor dalam kehidupan rakyat Amerika dan dengan mendirikan Corporation for Public Diplomacy (CPD). Penduduk Amerika yang Muslim atau keturunan Arab mencoba menjembatani dan memperbaiki hubungan lintas batas.
Memperkuat peran diplomasi publik juga dilakukan dengan meningkatkan efektivitas sumber daya diplomasi publik. Beberapa cara yang dilakukan antara lain; menganjurkan adanya reformasi dalam departemen luar negeri dengan menegaskan kembali anjuran bahwa diplomasi publik adalah inti dari pekerjaan para duta besar dan diplomat; memberikan pelatihan bagi para duta besar dan diplomat sebagai ujung tombak diplomasi dalam kebijakan luar negeri; memprakarsai pendirian Independent Public Diplomacy Institute sebagai sarana pelatihan diplomasi publik, mendirikan Corps cadangan diplomasi publik dan memanfaatkan internet sebagai penunjang akses informasi dan komunikasi. Membangun diplomasi publik yang kuat juga dapat dilakukan dengan meningkatkan peran serta atau dukungan kongres Amerika Serikat bagi diplomasi publik. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk komite-komite dalam kongres Amerika Serikat yang membahas atau menangani permasalahan yang menyangkut diplomasi publik.
Banyak cara yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat dalam upaya meningkatkan peran diplomasi publik. Dalam pelaksanaan kebijakan luar negeri seperti perang melawan terorisme Amerika Serikat ingin mengupayakan terciptanya dukungan negara dan masyarakat dunia internasional pada perang tersebut. Upaya tersebut dilakukan melalui diplomasi publik dengan memanfaatkan peran serta media massa dan penduduk atau publik Amerika Serikat. Amerika Serikat ingin memperbaiki citranya dimata publik internasional dalam upaya perang melawan terorisme. Perang melawan terorisme seharusnya bukan hanya dilakukan dengan cara yang dapat semakin membuat perang tersebut semakin meluas. Upaya atau pendekatan yang lebih manusiawi dituntut untuk dilakukan seperti adanya dialog dua dan terjalinnya komunikasi yang baik
Diplomasi publik melibatkan berbagai aktor dalam bidangnya masing-masing. Diplomasi publik antara lain dilakukan oleh kaum bisnis atau professional, warga negara biasa, kaum akademisi, organisasi non pemerintah dan yang paling utama adalah media massa. Media massa memainkan peran sebagai pemersatu aktor diplomasi publik melalui aktivitas komunikasi. Tujuan lain dari diplomasi publik adalah mengurangi atau menyelesaikan konflik melalui pemahaman komunikasi dan saling pengertian serta mempererat jalinan hubungan antara aktor internasional; mengurangi ketegangan; kemarahan; ketakutan dan mendorong terlaksananya perundingan dalam menyelesaikan konflik.
Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah peristiwa 11 September 2001 di New York, AS tampil dengan citra yang lebih negatif jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dan citra ini lebih banyak dibentuk oleh media massa. Untuk melawan terorime secara efektif, Amerika harus bertindak atau berbuat lebih lagi dalam berkomunikasi dengan dunia atau masyarakat muslim. Pemerintah Amerika Serikat sebaiknya memperkuat struktur kordinasi dalam upaya diplomasi publik, mempromosikan keterlibatan sektor swasta dan meningkatkan sumber daya hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Beberapa langkah atau program konkret harus dijalankan untuk mengembalikan kepercayaan dunia yang hilang terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat melalui diplomasi publik yang efektif dan efesien. Program tersebut antara lain dengan melibatkan berbagai tokoh agama dalam melihat hubungan masyarakat yang beragam, menjalankan program pertukaran budaya dan pendidikan sebagai prioritas utama disamping militerisme. Dan salah satu yang juga efektif adalah dengan menambah jumlah anggaran diplomasi publik dalam rangka meningkatkan kinerja terutama untuk menunjang program pendidikan dan budaya dan bukan hanya focus pada pengembangan militer.
Diplomasi publik tidak dapat dilakukan dengan kekurangan kemampuan politik, strategi yang tidak ada dan kekuarangan tenaga professional. Kepemimpinan yang kuat dan pengetahuan yang luas, perencanaan yang matang dan kordinasi yang baik penting untuk diperbaiki dalam diplomasi publik Amerika Serikat. Kekayaan dan uang tidak dapat menyelesaikan segalanya. Diplomasi publik adalah instrument strategis dari kebijakan luar negeri. Oleh karena itu kepemimpinan Amerika Serikat sebagai negara adidaya dan negara besar sangat berpengaruh dalam perang melawan terorisme tersebut.

Categories: Catatan Kuliah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.