POWER RELATIONSHIP IN THE INTERNATIONAL SYSTEM

Tulisan ini akan memaparkan mengenai hubungan kekuatan didalam sistem internasional. Yang mana, penyaluran atau pembagaian kekuasaan didalam sebuah sistem mempengaruhi cara sistem tersebut bekerja. Dalam tulisan ini akan dijelaskan bahwa perubahan dan pembagian kekuatan dapat di lihat melalui berbagai bentuk atau jumlah kutub atau poros kekuatan, pemusatan kekuatan serta penyebab dan akibat perubahan dari kekuatan tersebut.
Sebelum membahas mengenai hubungan “power” dalam sistem internasional, pertama kali, akan dijelaskan makna atau pengertian dari “power” itu sendiri. Menurut Hans J. Morgenthau:
power” bisa terdiri dari apa saja yang menciptakan dan mempertahankan pengendalian seseorang ataas orang lain ( dan itu ) meliputi semua hubungan sosisal yang mendukung tujuan ( pengendalian ) itu, mulai dari kekerasan fisik sampai ke hubungan psikologis yang paling halus yang dipakai oleh pikiran sesorang untuk mengendalikan pikiran orang lain.
“Power” memiliki tiga unsur penting, bisa berarti daya paksa (force), pengaruh ( influence) dan wewenang (authority). Dalam tulisan ini “power” yang akan dijelaskan adalah “power” yang berrarti kekuatan, pengaruh dan juga wewenang.
Perubahan “power” dapat dilihat melalui tiga aspekk dalam sistem internasional yaitu:

1) Jumlah Kutub
Jumlah dari sistem kutub atau poros secara tradisional dapat terdiri dari negara tunggal atau kekaisaran dan kelompok negara dalam bentuk aliansi ataupun blok. Sistem internasional dibentuk bermacam-macam sistem dan saling melengkapi. Jumlah kutub atau poros dapat mempengaruhi jalannya sistem internasional. Dapat dilihat melalui dua faktor yaitu aturan-aturan permainan dari kekuatan politik dan kemungkinan untuk terjadinya perang.
Tedapat aturan-aturan permainan didalam sistem internasional. Dan aturan ini berbeda sesuai dengan tipe dari jumlah kutub atau poros. Jenis dari kutub tersebut terdiri dari:
1. Sistem Unipolar
Sistem ini dapat terbentuk jika terdapat negara atau kelompok negara yang mendominasi sistem serta adanya pembentukan pemerintahan dunia. Aturan-aturan dalam sistem ini adalah: kekuatan pusat memainkan peranan dominant dalam membentuk dan menjalankan aturan dalam persoalan yang berpengaruh terhadap sistem seperti ekonomi dan militer, kekuatan pusat memainkan peran kunci dalam penyelesaian perselisihan diantara unit dibawahnya, kekuatan pusat menentang usaha unit dibawahnya untuk menerima otonomi yang lebih besar, unit subordinat terutama jika berada diluar pengawasan mengurangi dan melepaskan diri dari kekuasaan kekuatan hegemoni
.
2. Sistem Bipolar
Sistem bipolar ditandai dengan adanya kedudukan aktor yang sama atau sederajad dan koalisi diantara beberapa aktor. Aturan-aturan dalam sistem ini adalah: menghilangkan blok lain dengan berbagai cara termasuk perang jika dibutuhkan dan resikonya dapat diterima, meningkatkan kekutan relative terhadap blok lain.

3. Sitem Tripolar
Sistem ini terjadi ketika negara mempunyai hubungan yang baik dengan dua negara lain yang mana pada akhirnya akan bermusuhan satu sama lain. Aturan aturan dalm sistem ini adalah: secara optimal mencoba mempunyai hubungan yang baik dengan kedua pemain lain atau minimal mencoba menghindari permusuhan diantar keduanya, mencoba untuk mencegah kerjasama tertutup antara kedua pemain lain.

4. Sistem Multipolar
Sejak mengumpulnya banyak kekuatan oleh aktor atau aliansi mengancam seluruh aktor lain, ada kecenderungan untuk membentuk alinasi yang berimbang dan mencoba memenangkan alinasi dari koalisi utama. Aturan aturan dalam sistem ini adalah: menentang aktor atau aliansi manapun yang mengancam dan menjadi hegemoni, meningkatkan kekuatan setiap negara dengan cara diplomasi bila mungkin dan dengan perlawanan jika perlu, jangan menurunkan stabilitas sistem dengan penghancuran aktor lain jika melalui perlawanan.

2) Pemusatan kekuatan
Sebuah poros atau kutub merupakan salah satu bentuk pemusatan kekuatan utama tetapi tidak semua kekuatan utama itu sama. Ketidaksamaan ini dapat mempengaruhi jalannya sistem internasional Karena kestabilan sistem bervariasi dalam berbagai tingkat, kepada kekuatan mana dipusatkan diantara berbagai poros.
3) Perubahan kekuatan, sebab dan akibatnya
Jalannya sistem internasional dapat berubah bergantung dari pergerakan kekuatan aktor aktor ( negara-negara ) dalam sistem tersebut. Adapun peneyebab dari perubaahan kekuatan tersebut antara lain:
• Perubahan tersebut terjadi pada sumber kekuatan atau kepentingan yang bersifat relative. Perubahaan dapat terjadi secara tiba-tiba. Sebagai contoh, perkembangan senjata nuklir dapat mendorong suatu negara menguasai negara lain.
• Perubahan kekuataan terjadi akibat perubahan kondisi para aktor. Pengaruh sistem dan tindakan suatu negara dapat menghasilkan kebikan yang politis yang dapat mengubah jalannya sistem
• Tenaga gerak (penggerak) dari keseimbangan kekuatan politik menyarankan negara-negara untuk mencoba melindungi dominasi oleh yang lain dan untuk membangun kekuatan sendiri. Banyak negara menentang dominasi yang dilakukan oleh negara lain.

Sedangkan akibat yang ditimbulkan dari perubahan kekuatan tersebut adalah:
• Akibat spesifik dari perubahan kekuatan yakni perubahan akan terjadi pada sumber kekuatan. Sebagai contoh perkembangan senjata nuklir merupakan akibat dari perubahan sumber kekuatan yang ada dalam sistem internasional.
• Perubahan kekuatan dalam hal pembagian atau penyaluran kekuatan juga akan berdampak paada sistem. Ini terjadi pada saat sistem berubah dari konfigurasi satu sistem menjadi beberapa sistem ( dari bipolar menjadi multipolar )
• Tingkat, transisi kekuatan dapat menciptakan bahaya atau ketidakstabilan dalam sistem. Sebagai contoh, ketidakstabilan dalam sistem dapat disebkan oleh perang. Dan perang dapat terjadi karena adanya peningkatan kekuatan dari aktor dalam sistem tersebut.

Hubungan yang tejadi diantara aktor-aktor dalam sistem internasional terbagi menjadi banyak bentuk atau tipe. Hubungan ini akan berkembang atau mengalaami perubahan seiring dengan perubahan kekuatan yang terdapat dalam setiap aktor dalam hal ini negara. Perubahan kekuatan dari setiap aktor baik itu bertambah atau berkurang dapat mendorong terciptanya kerjasama atau aliansi, dominasi atau hegemoni oleh suatu negara dengan power yang dimilikinya dan juga dapat menyebabkan pengancuran atau penguasaan terhadap suatu negara. Hal ini yang menyebabkan perubahan jalannya sistem internasional. Kekuataan atau “power” sangat menentukan dalam jalannnya sistem internasional.
Sebagai contoh, penulis akan mengambil fenomena secara umum yang terjadi didalam sistem internasional: dimana, sistem internasional mengalami perubahan dan perkembangan yang disebebkan perubahan aktor-aktornya. Didunia internasional pada saat ini, aktir-aktor internasional bukan lagi terkelompok kedalam dua kutub atau poros kekuatan tetapi lebih kepada penyebaran kekuatan atau multi polar. Dan lebih kepada peningkatan kekuatan regional atau “regionalism” seperti ASEAN, UNI EROPA. AMERIKA LATIN, dan kekuatan yg lain. Walaupun tidak dapat disangkal adanya hegemoni dari Amerika Serikat. Namun hegemoni tersebut bukanlah suatu kecenderungan unipolarism karena pengaruhnya masih bisa diatasi, bahkan di negara Amerika Latin, Amerika Serikat adalah sebuah “musuh” yang dominasinya harus dibatasi
Pengelompokan kekuatan tersebut berpengaruh terhadap jalannya sistem internasional. Dimana terdapat persaingan-persaingan, akibat suatu kelompok ingin dapat menguasai kel;ompok lain. Oleh karena itu, setiap kelompok berusaha memperkuat segenap aspek yang vital seperti: ekonomi, pertahanan dan keamanan melalui integrasi yang kuat dan kerjasama yang kokoh. Seperti: Upaya integritas ASEAN dalam ASEAN Economi Community, ASEAN Security Community, upaya negara Amerika Latin membentuk Bank Amerika Latin yang kontra terhadap IMF serta WTO.
Dalam sistem internasional dewasa ini, mulai timbul banyak negara baru yang memiliki “power” dalam berbagai aspek seperti kekuatan ekonomi, politik dan militer. Jepang sebagai negara yang memilki ekonomi dan militer yang kuat mulai bangkit setelah Perang Dunia II mengalami kekalahan menjadi negara yang disegani dan berpengaruh. Hal ini dapat dilihat melalui upayanya yang ingin menjadi anggota keenam dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB. India, negara dengan militer dan ekonomi yang kuat, mulai memperlihatkan pengaruh dengan senjata nuklir mereka. Begitu juga dengan China, Singapura, Iran dan negara Amerika Latin. Perubahan peta kekuatan dalaam sistem internasional akan merubah jalannya sistem tersebut

.

Categories: Catatan Kuliah | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.