KETATANEGARAAN DALAM SEJARAH ISLAM

Tulisan ini didasarkan pada buku karangan M. Iqbal, Gaya Media Pratama 2001, yang berjudul Fiqh Siyasah ( Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam ) dengan topik Ketatanegaraan Dalam Sejarah Islam. System ketatanegaraan dalam islam berkembang sejak masa pemerintahan nabi Muhammad hingga masa Usmani. Sitem ketatanegaraan dalam pada awalnya berdasarkan system penunjukan dan bukan warisan. Praktek ketatanegaraan semakin berkembang ditandai dengan pemisahan kekuasaan antara lembaga kekusaan.

A. PRAKTEK KENEGARAAN PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW
Dalam praktek kenabiannya, Nabi Muhammad telah melaksanakan kedua dimensi yang diatur dalam islam yaitu dimensi hubungan antara manusia dengan Tuhan dan dimensi antara sesama manusia. Kedua dimensi itu berhasil dilaksanakan dengan baik. Dalam dakwahnya kepada masyarakat Mekah, bukan saja aspek akidah dan ibadah yang ditekankan, tetapi aspek social seperti keadilan juga ditekankan. Islam sebagai ajaran agama mengedepankan persamaan harkat dan maetabat dihanghadapi dapan Tuhan.
Islam dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad menghadapi banyak tekanan dan perlawanan antara lain dari kaum Quraisy yang mengakibatkan hujrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Di Madinah mereka diterima oleh kalangan masyarakat setempat yang dibuktikan dengan peristiwa Bai’ah al-’Aqabah pertama dan kedua. Kedua peristiwa ini merupakan titik awal berdirinya negara Madina menjadi kekuatan politik yang kokoh, solid dan disegani.
Negara Madina dipimpin oleh Nabi Muhammad sebagai kepala negara dan piagam Madinah sebagai konstitusinya. Pembentukan negara Madina menjadi awal dimulainya system ketatanegaraan dalam sejarah islam. Negara Madina dapat dikatakan sebagai sebuah negara karena telah memenuhi syarat pendirian sebuah negara yakni wilayah, rakyat, pemerintah dan undang-undang dasar. Dalam piagam Madina telah diatur mengenai persatuan umat islam dan hubungan dengan komunitas non-Islam. Piagam Madina menggambarkan sifat kepemimpinan Nabi yang mengakomodasi kepentingan umat beragama lain dan menciptakan persatuan bersama.
Pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad, kepentingan umat beragama lain ( Yahudi ) sangat dihargai dan diberikan kebebasan beragama. Nabi menjalin hubungan yang baik dengan orang Yahudi, namun kerukunan itu dirusak oleh pemberontak kaum Yahudi sendiri yang takut akibat semakin berkembangnya pengaruh Islam. Satu demi satu suku Yahudi berkhianat tehadap piagam Madinah dan mulai menyerang serta meneror umat islam. Mereka bahkan melakukan percobaan pembunuhan terhadap Nabi. Tetapi, ada juga suku yahudi yang masih setia terhadap piagam Madina dan Nabi memperlakukan mereka dengan baik.
Pigam Madinah dapat dikatan sebagai kontrak social antara Nabi dan masyarakat Madina pada saat itu. Masyarakat menempatkan Nabi sebagai pemimpin mereka oleh karena iut Nabi harus dapat melindungi dan mengayomi masyarakat. Dalam menjalankan pemerintahan, kekuasaan tidak hanya terpusat ditangan Nabi saja. Dalam memecahkan beberapa kasus, biasanya Nabi Muhammad berkonsultasi dengan pemuka masyarakat. Dalam pengambilan keputusan politik, Nabi menetapkan 4 cara yakni:
1. Mengadakan musyawarah dengan sahabat senior
2. Meminta pertimbangan kalangan professional
3. Melemparkan masalah masalah yang berdampak luas bagi masyarakat kedalam forum yang lebih besar
4. Mengambil keputusan sendiri
Dalam menjalankan roda pemerintahan negara Madina, Nabi Muhammad tidak memisahkan antara kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif. Muhammad menjalankan kekuasaan dibawah naungan Al-Quran. Untuk politik dalam negeri, Nabi Muhammad berusaha menciptakan persatuan dan kesatuan diantara masyarakat.
Nabi Muhammad menciptakan sitem persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Beliau juga bertindak sebagai hakim terhadap perkara yang terjadi diantara anggota masyarakat. Nabi membentuk lembaga hisbah untuk mengadili pelanggaran ketentuan umum.
Dalam mengatur daerah, beliau mengangkat beberapa sahabat sebagai hakim dan gubernur. Zakat, pajak, dan ghanimah dikelola untuk kesejahteraan rakyat. Dalam bidang hubungan internasional, Muhammad menjalin hubungan diplomatic dengan negara lain dan menempatkan serta menerima duta ke dan dari negara sahabat.
Dalam memimpin negara Madinah, Muhammad bukan hanya menjalankan tugas spiritual sebagai rasul tetapi memiliki kekuasaan politik sebagai kepala pemerintahan. Dilihat dari sumber kekuasaannya negara Madinah dapat dikatan sebagai negara teokrasi dalam menjalankan kekuasaannya, sitem pemerintahannya dapat dikatakan demokratis dengan mengadakan pendelegasian dan pembagian kekuasaan.

B. PEMERINTAHAN PADA MASA AL-KHULAFA’ AL-RASYIDUN

1.Masa Abu Bakr al-Siddiq
Setelah Nabi wafat, timbul permasalahan yang menyangkut siapa yang akan menggantikan beliau karena sampai wafat beliau tidak memberi petinjuk tentang tata cara pengangkatan penggantinya ( khalifah ). Hal ini hampir membawa perpecahan antara kaum muhajirin dan ansar. Dengan perdebatan yang alot maka terpilihlah Abu Bakr sebagai khaliffah yang menggantikan posisi Nabi.
Dalam pidato politik pertamanya terdapat hal-hal penting yang dapat dicatat antara lain:
a) Abu Bakr menuntut kepatuhan dan kesetiaan umat isalam kepadanya, selama Ia dijalan yang benar
b) Adanya jaminan dan kebebasan kepada berpendapat kepada masyarakat
c) Menegakkan keadilan dan HAM
d) Membela negara ( Jihad )
e) Menjalankan shalat
Abu Bakr lebih banyak melakukan konsolidasi kedalam dengan memperkuat negara Madinah dari ancaman-ancaman yang berasal dari luar dan dalam negeri. Abu Bakr mengirim panglima-panglima perang dalam menumpas pemberontakan. Setelah berhasil mengatasi situasi dalam negeri dan memperkuat pertahanan terhadap serangan Persia dan Romawi barulah Abu Bakr berkonsentrasi terhadap masalah pembenahan negara. Sistem pemerintahan disusun dengan penekanan pada prinsip pembagian kekuasaan dan penempatan orang yang sesuai dengan kemampuannya.
Untuk pelaksanaan tugas eksekutif, Abu Bakr melakukan pembagian kekuasaan dikalangan sahabat senior. Abu Bakr mengangkat tiga sekretaris negara, satu bendahara negara dan membentuk majelis Syura dan disetiap propinsi diangkat gubernur sebagai kepala pemerintahan. Dibidang perekonomian, hal penting yang dilakukan adalah menekankan pembayaran pajak dan zakat dalam memebantu perekonomian. Abu Bakr melaksanakan pemerintahab yang egaliter dan demokratis. Walaupun dia belum memisahkan kekuasaan eksekutif, legislative dan yudukatif, namun pola pemerintahan yang dijalankannya benar-benar modern ditengah situasi masyarakat saat itu.
Dalam menetapkan siapa yang akan menggantikannya, Abu Bakr menempuh kebijakan melakukan wasiat untuk meneruskan kepemimpinannya agar yang bertujuan untuk memantapkan stabilitas keamanan dalam negeri dan mencegah terjadinya perpecahan. Dan yang dipilihnya adalah Umar ibn al-Khathab.

2. Masa ‘Umar ibn al-Khathtab
Secar prinsip, Umar melanjutkan kebijakan yang ditempuh Abu Bakr.namun pada masa Umar banyak terdapat permasalahan yang terjadi. Kebijaksanaan yang dilakukan Umar sebagai kepala negara antara lain:
a) Perluasan daerah, pengembangan kekuasaan kerajaan islam
Kekuasaan Islam telah menyebar melampaui jazirah Arab dan berhasil menguasai daerah Bizantium dan Persia. Kerajaan islam juga telah berhasil menguasai Irak, Mesir, Damaskus dan Palestina
b) Pembenahan birokrasi pemerintahan
Umar mengadakan perubahan yang signifikan dalam bidang administrasi negara. Umar membentuk majelis Syura yang beranggotakanb sahabat-sahabat senior sebagai teman dalam bermusyawarah. Umar membentuk lembaga kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat dan lembaga pekerjaan umum untuk menangani pembangunann fasiliyas umum. Umar mendirikan Kantor Perbendaharaan dan Keuanagan Negara, untuk menempa mata uang. Dalam pemerintahan daerah, Umar mengangkat gubernur dan hakim yang kekuasaannya terpisah . hakim melaksanakan lembaga peradilan yang bebas dan mandiri. Dalem merekrut pejabat, Umar mementingkan profesionalisme dan kemampuan dalam bidang tugasnya.
c) Peningkatan kesejahteraan rakyat
Perluasan daerah membawa dampak banyak devisa negara yang masuk baik dalm rampasan perang dan pajak.hasil inilah yang digunakan Umar untuk mensejahterakan rakyat dengan memberikan tunjangan kepada kaum muslim. Pembagian tunjanagn ini diatur berdasarkan nasab kepada nabi, senoiritas masuk islam, jasa dan perjuangan mereka dalam menegakkan islam. Umar langsung mengontrol kondisi kesejahteraan rakyat
d) Pembentukan tentara regular yang digaji oleh negara
Umar membentuk lembaga pertahanan dan keamanan yang mengurusi masalah ketentaraan. Tentara disiapkan secara khusus dan professional dan digaji oleh negara.
e) Pengembangan demokrasi dan kebijaksanaan-kebijakasaan lainnya.
Umar melakuka perubahan mendasar dalam kekuasaan peradilan dengan memisahkan kekuasaan peradilan dari kekuasaan eksekutif. Selain itu Umar juga melakukan ijtihad dalam berbagai masalah umat.
Dalam menentukan siapa yang akan meggantikannya, Umar menggunakan cara yang berbeda dari dua pendahulunya. Umar memakai tim formatur ynabg terdiri dari sahabat-sahabat senior seperti, Usman, Ali, Abd al-Rahmanibn ‘Awf, Thalhah, Zubeir, Sa’d ibn Abi Waqqqash dan ankaknya sendiri Abdullah. Tetapi Umar berpesan bahwa anknya tidak boleh dipilih. Cara ini menimbulkan perdebatan diantara para formatur terkait dengan keinginan dari mereka sendiri yang ingin menjadi Khalifah selanjutnya. Melalui cara ini akhirnya terpilihlah Usman.

3. Masa Khalifah Usman ibn Affan
Usman ibn Affan adalah seorang pengusaha yang sukses yang banyak menyumbangkan hartanya untuk kepentingan islam. Garis kebijakan yang dilaksanakannya mengacu pada kebijakan Khalifah Abu Bakr dan Umar. Usman berhasil memperluas wilayah Islam dengan menguasai Ray dan Rum serta Cyprus. Kekuasaan islam pada saat itu meliputi Azerbaizan, Afganistan, Armenia, Kurdistan dan Heart.
Usman melakukan pembangunan fisik seperti perumahan, jalan-jalan, jembatan dan fasilitas umum. Dalam menjalankan pemerintahan Usman dibantu dewan pajak, bendahaar negara, kepolisian, pekerjaan umum dan militer. Untuk jabatan didaerah Usman dibantu gubernur-gubernur.
Pada awal masa pemerintahannya, Usman tidak banyak mendapat ancaman dan gangguan, namun setelah enam tahun masa pemerintahan muncul protes dan ketidakpuasan dari masyarakat terutama didaerah. Adapun sumber ketidakpuasan rakyat yakni soal politik, pendayagunaan kekayaan negara, dan kebijakan keimigrasian.
Dari sitem pemerintahan yang dijalankan Usman, dapat dikemukakan beberapa catatan:
a) Usman lebih mengutamakan keluarganya dalam menduduki suatu jabatan. Usman sangat selektif melihat orang yang bukan keluarganya untuk memegang tugas pemerintahan. Usman menganti beberapa gubernur dan mengangat anggota keluarga dan kerabatnya untuk menduduki posisis itu. Usman juga tidak tegas terhadap anggota keluarga besarnya. Hal ini menyebabkan kekuasaan keluarganya yang diluar control. Usman hanyalah Khalifah symbol.
b) Kebijaksanaannya memberikan izin kepada para sahabat senior untuk meninggalkan Madina. Akibatnya kurangnya control terhadap kekuasaan Usman dan tidak ada lagi yang menjadi teman berdiskusi dalam memecahkan masalah. Akibatnya, kebijaksanaan poltik Usman ditempuh berdasarkan kepentingan golongan, tidak dimusyawarahkan dengan orang-orang tepat.
c) Besarnya arus oposisi dari berbagai daerah terhadap pemerintahan Usman. Rakyat dibebankan dengan pajak yang besar sementara para pejabat hidup mewah. Hal ini menimbulkan rasa tidak puas dikalangan rakyat. Klimaksnya adalah peristiwa tragis pembunuhan Khalifah Usman ditangan umat islam sendiri.

4.Masa Khalifah ‘Ali ibn Abi Thalib
Pada masa kepemimpinannya, Ali memberhentikan gubernur yang diangkat oleh Usman dan menarik tanah yang dibagi-bagikan Usman kepada kerabatnya. Hal ini juga menghadapi banyak tantangan dari daerah. Disisi lain penduduk Madinah pun tidak bulat mendukung Ali. Oleh karena itu Ali memindahkan ibukota pemerintahannya ke Kufah.
Ali menyusun undang-undang perpajakan dan menegaskan bahwa pajak tidak boleh diambil npa memperhatikan pembangunan rakyat. Ali ingin megembalikan citra pemerintaha islam pada masa sebelumnya. Dalam masa pemerintahannya, Ali lebih banyak mengurus persoalan pemberontakan didaerah. Dalam menyelesaikan masalah masalah yang terjadi, Ali tidak mendengarkan masukan dari para sahabat. Ali yakin dengan pendapatnya sendiri.

C. KETATANEGARAAN PADA MASA BANI UMAIYAH
Setelah Ali mangkat terjadi dualisme kepemimpinan dalam islam. Antara Hasan, anak Ali dan Mu’awiyah. Namun karena posisi Hasan yang lemah. Kekusaan Mu’awiyah yang diakui. Pada masa kepemimpinannya, Mu’awiyah merangkul kembali tokoh-tokoh yang dipecat Ali. Perubahan politik yang dilakukan Mu’awiyah antara lain memindahkan ibukota negara ke Damsyik. Perubahan lain yang dilakukannya antara lain mengganti sitem pemerintahan yang bercorak syura dengan pemilihan kepala negara secara penunjukan. Ia menunjuk putranya, Yazid untuk menggantikannya. Inilah yang menjadi tonggak awal monarkhi dalam pemerintahan islam.
Pada masa kepemimpinan bani umaiyah, terjadi perluasan kekuasaan dengan penaklukkan daerah daerah. Selain itu, bani Umaiyah juga melakukan berbagai penyempurnaan di bidang administrasi negara, perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Dalam bidang birokrasi, bani Umaiyah mempelopori pembentukan pengawal pribadi khalifah ( hajib ). Steruktur pemerintahan pusat terdiri dari 5 depatemen yakni militer, perpajakan sdan keuangan, surat menyurat, arsip dan dokumentasi negaraserta layanan pos dan registrasi penduduk. Masing-masing departemen dipimpin oleh seoran sekretaris ( katib) .
Dalam pemerintaha daerah, wilayah kekuasaan dibagi menjadi lima propinsi besar yakni
a) Hijaz ,Yaman dan Arabia
b) Mesir bagian utara dan selatan
c) Irak dan Persia
d) Mesopotamia, Azebaizan dan Armenia
e) Afrika Utara, Spanyol dan Prancis bagian selatan
Tiap propinsi dipimpi oleh gubernur yang bertugas menjalankan administrasi politik dan militer di wilayah masing-masing.sifat pemerintaha bani Umaiyah adalah sentralistik. Khalifah juga mengangkat hakim didaerah yang independent. Jabatan hakim dipegang oleh ahli-ahli fiqh mujtahid. Dalam masa pemerintahannya bani Umaiyah tetap memisahkan antara kekuasaan yudikatif dan eksekutif.
Untuk mensejahterakan penduduk, bani Umaiyah memberikan tunjangan yang besar yang disesuaikan menurut jasa masyarakat.
Kekuasaan bani Umaiyah runtuh setelah berjaya hampir seratus tahun. Adapun factor internal penyebabnya antara lain
a) Bani Umaiyah yang memisahkan kekuasaan agama dan politik. Pada masa pemerintahannya, bani Umaiyah menetapkan platform sebagai negara sekuler. Hal ini menimbulkan ketiodak senangan dikalangan rakyat.
b) System suksesi berdasarkan warisan. Dengan system ini tidak ada kesempatan bagi masyarakat menilai kualifikasi pemimpin mereka.
c) Politik diskriminatif kerajaan terhadap non-Arab
Akhirnya, pada tahun 750 M, Bani abbas berhsil menghancurkan kekhalifaan ini.

D. KETATANEGARAA PADA MASA BANI ABBAS
Setelah kekuasaan direbut oleh bani Abbas, mereka menindahkan ibukota pemerintahan ke Baghdad. Ada beberapa hal item penting yang dilakukan oleh khalifah-khalifah Bani Abbas dalam menjalankan pemerintahan. Sistem pemerintahan mengacu pada beberapa aspek
1. Aspek Khilafah
Bani Abbas memepersatukan kekuasaan agam dan politik. Khalifah memerintah berdasarkan mandate dari Tuhan dan bukan pilihan rakyat. Oleh karena itu kekuasaannya adalah suci dan mutlak harus dipatuhi oleh umat. Menurut prinsip ini kekuasaan khalifah bersifat absolute dan tidak boleh digantikan samapi meninggal.

2. Aspek Wizarah
Wizarah adalah salah satu aspek dalam kenegaraan yang membantu tugas kepala negara, sedangkaq wazir adalah orang yang membantu dalam pelaksanaan tugas kenegaraan
3. Aspek Hijabah
Hijab adalah penghalang. Dan hajib ( petugas ) hijab berarti pengawal khalifah yang bertugas menghalangi dan membatasi agar tidak semua orang bebas bertemu khalifah.
4. Aspek Kitabah
Membentuk jabatan katib untuk mengkordinir masing-masing departemen dalam membantu pemerintahan wazir. Katib bertugas mengawasi administrasi departemen dan menjalankan nya sesuai petunjuk khalifah dan wazir.
Untuk pemerintaha didaerah, Khalifah bani Abbas mengangkat kepala daerah ( amir ) sebagai pembantu khalifah. Kekuasaan bersifat sentralistik. Khalifah bani Abbas juga membentuk kepolisian daerah. Selain itu terdapat lembaga peradilan militer.
Dibidang perekonomian pendapatan diperoleh dari pajak dan pertanian, perdagangan dan industripemerintah membangun sekolah, jalan dan fasilitas umum lainnya. Pendapatan dari sector pajak sangat besar
Setelah mengalami banyak kemajuan, akhirnya kekuasaan khalifah ini berakhir setelah diserang oleh tebtar mongol. Selain itu factor yang menyebabkan kekuasaan khalifah ini runruh adalah luas wilayah yang sulit dikendalikan. Meningkatnya ketergantungan kepada tentara bayaran dan sulitnya keuangan negara. Disamping itu banyak daerah yang melepaskan diri yang menyebabkan merosotnya sector pajak.

E. KETATANEGARAAN PADA MASA TURKI USMANI
Dinasti ini didirikan oleh suku nomad Kayi yang dipimpin Sulaiman Syah yang menyelamatkan diri dari serangan mongol. Mereka membantu Sultan Alaiddin dari Saljuk dalam memerangi tentara Romawi. Akibat diserang bangsa mongol, kerajaan ini menjadi terpecah-pecah. Hal ini dimanfaatkan oleh Usman untuk membentuk pemerintahan yang baru.

Periode kekuasaan Usman dibagi menjadi beberapa periode
a) Periode awal ( 1280- 1413 )
Pada periode awal ditandai dengan penyusunann basis kekuasaan dan perluasan wilayah
b) Periode restorasi ( 1413-1451)
Luasnyakekuasaan usmani menyebabkan sultnya control terhadap daerah
c) Periode puncak (1451-1566)
d) Periode desentralisaasi dan reformasi tradisioanl ( 1566-1808 )
e) Periode reformasi modern ( 1808-1924)

Dalam pelaksanaan kekuasaan pemerintahan, penguasa imperium Usmani bergelar Sultan dan khalifah sekaligus. Sultan untuk masalah duniawi dan khalifah untik masalah keagamaan. Kebijakan yang diambil negara terlebih dahulu didiskusikan dan dibicarakan dalam lembaga Divan-I Humayun. Lembaga ini adalah pusat organisasi pemerintahalam masalah keagamaan, usman dibantu oleh para mufti dan Kadi . mufti sebagai penafsir hokum dan kadi pelaksaannya. Sultan berhak membuat undang-undang sendiri.peraturan yang dibuat sultan dinamakan kanun yang memiliki tiga kategori, yakni sifatnya khusus pada topic tertentu, mengacu pada wilayah tertentu an secara umum diteraapkan dalam kerajaan.
Dalam sitem pemerintahan didaerah Sultan dibantu kadi dan bey. Bey adalah gubernur yang berasal dari militer dan menjadi wakil sultan dalam bidang eksekutif. Selama periode 1808, terjadi berbagai pembaruan dalam kerajaan Usmani. Pada masa Mahmud II dikembangkan demokrasi yang melanggar tradisi aristokrasi dan monarki. Usaha Mahmud II memasukkan pengaruhn dilanjutka oleh gerakan Tanzhimat mendapat perhatian dari Mustafa Kemal. Kemal yang menjadi pelopor berdirinya negara Turki modern dan berakhirlah kekuasaan kekhalifaan Islaman
Dari berbagai masa kepemimpinan dalam dalam sejarah ketatanegaraan islam apat kita simpulkan bahwa, kerajaan islam adalah kerajaan yang demokratis. Persamaan dan penghormatan terhadap hak-hak individu dilaksanakan dengan baik. Dalam menjalankan praktek kenegaraan, pada umumnya diterapkan sitem musyawarah dan bekerja sama. Dalam menyelesaikan masalah khalifah tidak hanya membuat keputusan sendiri tetapi mendengarkan saran dan masukan dari sahabat. kepentingan dan kesejahteraan rakyat sangat diperhatikan sekali.kekuasaan tidak hanya dipegang oleh khalifah ibagi kepada lembaga-lembaga yang ada. System ketatanegaraan dalam islam mengedepankan priinsip keadilan dan moral. Demokrasi telah jauh berkembang pada masa kekhalifaan. Kesejahteraan rakyat sangat diperhatikan dan kebebasan beragama dijunjung tinggi dapat kita lihat pada masa pemerintahan Nabi yang memberikan kebebasan beragama kepada semua umat.

Categories: Catatan Kuliah | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “KETATANEGARAAN DALAM SEJARAH ISLAM

  1. danny

    artikelnya baguz…..mudah dimengerti…tpi yang praktek ktatanegaraaan paada masa dinasti bani abbasyiyah kug gak ada.???

  2. siti maryam

    minta referensi bukunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.