THE SEARCH FOR PEACE AND SECURITY

Tulisan ini didasarkan atas buku Margareth. P. Karns; Karen A yang berjudul International Organization; The Politics and Processes of Global Governance yang diterbitkan Lyne Rienner Publisher di London pada tahun 2004. Adapun hal yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah mengenai usaha-usaha yang dilakukan semua pihak aktor-hubungan internasional terutama peran serta organisasi-organisasi internasional baik itu IGO atau INGO dalam menjaga dan mengupayakan perdamaian dan keamanan dalam dunia internasional.
Dalam mencari dan mengupayakan perdamaian dan keamanan internasional banyak usaha dan upaya yang telah dilakukan oleh aktor-aktor hubungan internasional. Organisasi-organisasi internasional baik yang bersifat pemerintah dan non pemerintah memainkan peranan yang signifikan dalam mengupayakan perdamaian. Peran PBB dan lembaga lainnya tidak bisa dipungkiri telah membawa hasil yang cukup memuaskan dalam mendorong stabilitas perdamaian dan keamanan. Dalam teori hubungan internasional menurut pandangan kaum realis, upaya untuk mengusahakan perdamaian dapat dilakukan dengan dua jenis variasi yakni dengan cara ‘keras’ dan cara ‘lembut’. Menurut pandangan kaum realis yang menyatakan bahwa: ketertiban dan stabilitas dalam hubungan internasional hanya akan dapat dicapai melalui distribusi kekuasaan ( power politics). Kaum realis berpendapat bahwa keseimbangan kekuasaan dan kekuatan ( balance of power ) merupakan kunci dalam penyelesaian konflik. Cara ‘keras’ yang digunakan dalam penyelesaian konflik adalah dengan penggunaan kekuatan sedangkan cara ‘lembut’ dilakukan dengan diplomasi dan mediasi.
Perang sebagai suatu cara dalam mencapai perdamaian telah melahirkan banyak organisaasi-organisasi internasional. Organisasi-organisasi internasional tersebut dibentuk atas kesepakatan negara-negara yang ingin bekerja sama dalam memecahkan permasalahan dalam hubungan internasional dan mengupayakan perdamaian. Organisasi internasional tersebut baik yang berskala global seperti PBB maupun lingkup regional seperti ASEAN, Uni Eropa, OAU, dan lainya menggunakan cara yang berbeda dalam menciptakan perdamaian dan keamanan. Sebagai contoh ASEAN lebih banyak menggunakan diplomasi sebagai pencegahan dan mediasi. Sementara PBB, NATO dan Uni Eropa lebih menggunakan sanksi dalam mencegah dan mengupayakan konflik.
Aktor-aktor hubungan internasional terutama organisasi-organisasi internasional dalam mencari dan mengupayakan tercapainya perdamaian dan keamanan melakukan tindakan seperti penyelesaian pertikaian atau konflik secara damai, menyelenggarakan keamanan bersama dan perlucutan senjata, menjaga perdamaian dan keamanan, pengawasan militer serta mendorong terciptanya perdamaian dan keamanan dalam suatu kawasan.
Penyelesain pertikaian atau konflik menurut konferensi Hague tahun 1899 dan 1908 dapat dilakukan dengan perang. dimana perang merupakan cara yang disengaja untuk menyelesaikan suatu konflik dan mungkin perang dapat menciptakan mekanisme yang berpengaruh terhadap keputusan setiap aktor yang bertikai. Namun cara yang sebaiknya dilakukan selain perang adalah tindakan diplomasi pencegahan konflik, mediasi dan berdasarkan putusan hakim atau arbitrase. Diplomasi pencegahan dilakukan pada tahap awal konflik ketika tingkat kekerasannya masih rendah. Sehingga konflik yang terjadi tidak menjadi luas dan menimbulkan pertikaian. Mediasi dilakukan dengan perantara atau peran serta pihak ketiga, namun mediasi ini tidak dapat dilakukan dalam setiap situasi. Mediasi datang dari negara tunggal ataupun kelompok negara.
Upaya keamanan kolektif dapat dilakukan dengan menyertakan kekuatan bersenjata. Sebagai contoh seperti yang terjadi di Semenanjung Korea dan pada waktu perang teluk. Sedangkan penyelenggaraan sanksi dapat dilaukan dengan berbagai cara yakni, menjatuhkan sanksi ekonomi dan perdagangan, sanksi diplomatik hingga embargo militer atau persenjataan. Pelaksanaan penjatuhan sanksi ada kalanya kurang efektif karena pemberi sanksi tidak menutup semua alternative pasar atau sumber persediaan yang dapat digunakan oleh negara target. Sanksi juga akan menjadi tidak efektif karena salah sasaran. Sebagai contoh: sanksi ekonomi terhadap Irak karena menginvasi Kuwait menimbulkan banyak permasalahan yang menyangkut bidang kemanusiaan seperti menyebabkan kelaparan dan kematian anak-anak membuat penerapan sanksi perlu ditinjau ulang kembali.
Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan perdamaian dapat dilakukan dengan menjaga perdamaian. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan perdamaian selama terjadinya perang. Dalam menjagaa perdamaian, penggunaan kekuatan militer menjadi alternative yang terakhir. Upaya menjaga perdamaian dapat merupakan inisiatif dari semua organisasi, baik itu ditingkat internasional atau lingkup regional. Kesuksesan menjaga perdamaian dapat diakhiri dengan tercapainya perjanjian damai. Keterlibatan PBB dalam perjanjian damai menjadi sangat penting. Selain itu menjaga perdamaian dapat juga dilkukan dengan adanya intervensi kemanusiaan. Intervensi ini dilakukan untuk menghentikan meningkatnya angka kematian dan penderitaan akibat konflik atau perang.
Mencari dan meningkatkan perdamaian dan keamanan dalam dunia internasional dapat dilakukan juga dengan pengawasan militer dan perlucutan senjata. Perlucutan senjata termasuk membatasi, mengawasi dan mengurangi senjata. Upaya yang dilakukan dalam pengawasan militer tersebut yakni, meletakkan permasakah pengawasan militer pada agenda internasional. Artinya, pengawasan militer menjadi bahan pembicaraan dalam suatu pertemuan internasional. Banyak konfrensi-konfrensi khusus yang dilakukan untuk membahas permasalahan seperti ini. Tindakan pengawasan militer menyangkut membatasi pengembangan kemampuan senjata nuklir, larangan penggunaan senjata kimia dan biologi serta larangan raanjaau darat. Larangan penggunaan senjata-senjata tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan jatuhnya lebih banyak lagi korban, terutama masyarakat sipil yang tidak berdosa. Sejauh ini, larangan penggunaan senjata kimia dan biologi serta larangan penggunaan ranjau darat menyangkut bidang produksinya, penimbunannya, pengembangannya, penjualannya, dan penggunaannya sudah efrensi ektif. Namun larangan pengembangan teknologi senjata nuklir menjadi kabur, karena kesepakataan yang telah dicapaai dalam Nuclear Non-Proliferation Treaty tidak dipatuhi secara sungguh-sungguh. Banyak negara yang secara tersembunyi mengembangan teknologi persenjataan nuklir. Dan pengembangan nuklir pun telah menjadi dominasi negara-negara yang kuat dan berpengaruh.
Mendorong secara bersama-sama terwujudnya perdamaian dalam keamanan suatu kawasan juga menjadi salah satu upaya menciptakan perdamain dunia. Seperti kita ketahui bersama bahwa, konflik di Timur Tengah menjadi permasalahan yang paling ‘keras’ dan sepertinya tanpa pernah akan berakhir. Perselisihan antara Israel dan negara-negar Arab menjadi suatu fenomena yang paling controversial. Perhatian seluruh dunia selalu tertuju pada kawasn ini. Dalam kasus ini, peran serta aktor internasional menjadi sangat dibutuhkan. Tiga International Governmental Organization telah memainkan peran atau tugas kunci dalam menyelesaikaan konflik. Liga Arab, Gerakan Non-Blok dan Organisasi Konfrensi Islam ( OKI ) telah berusaha dalam mewujudkan perdamaian dalam kawaasan ini. Namun berdasarkan pandangan dua negara yang berkonflik yakni Palestina dan Israel, Amerika Serikat menjadi negara kunci sebagai mediator dalam upaya menyelesaikan konflik dalam kawasan ini. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat adalah penyumbang dana terbesar bagi eksistensi berdirinya Israel.
Isu-isu konflik dan perselisihan bukanlah satu-satunya permasalahan yang mengacam perdamaian dan keamanan dunia internasional. Terorisme menjadi isu atau ancaman yang berbahaya terhadap perdamaian dunia. Terorisme menjadi ancamaan baru yang sangat berkembang terutama setelah terjadinya insiden serangan teroris Al-Qaeda ke World Trade Center di Amerika Serikat pada 11 November 2001. Upaya yang dilkaukan dalam mencegah dan menumpas teroris adalah dengan memberikan sanksi kepada negara yang mendukung dan menjadi penyokong aksi-aksi teroris. Adapun kunci dari penumpasan teroris adalah pemotongan sumber dana yang akan menghentikan aksi mereka.
Dalam upaya menciptakan perdamaian dan keamanan dunia internasional banyak tantangan yang akan dihadapi. Bukan hanya persoalan perang dan konflik, tetapi menyangkut proses terjadinya konflik atau perang tersebut. untuk itu perlu adanya dukungan dan keterlibatan semua pihak termasuk aktor hubungan internasional. Peran dan tugas organisasi internasional sangat dibutuhkan dan diuji dalam kasus ini. Penjelasan mengenai upaya dalam mencari dan mencapai perdamaian dan keamanan memberikan gambaran bagi kita dalam mempelajari kajian Organisasi dan Administrasi Internasional. Tulisan ini menggambarkan uarian tugas, peran serta tanggung jawab organisasi internasional baik itu IGO maupun NGO dalam mewujudkan perdamaian dunia. Dalam setiap konflik atau permasalahan yang terjadi, peran serta organisasi internasional menjadi sangat menentukan. Organisasi internasonal yang dibentuk atas kesepakatan negara-negara untuk memecahakan permasalahan internasional dalam mengupayakan perdamaian. Sejarah mencatat bahwa lahirnya organisasi-organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, Uni Eropa dan lainnya akibat kebutuhan akan stabilitas dan sebagai salah satu bentuk upaya mencari perdamaian.
Sebagai salah satu negara di dunia, yang aktif dalam organisasi internasional seperti PBB dan ASEAN, Indonesia menyatakan komitmennya dalam mendukung upaya-upaya damai dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia. Hal ini dilandasi akan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia yang tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan dilaksanakan melalui politik luar negeri yang bebas aktif yang secara aktif turut dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Hal ini dapat dibuktikan dengan peran serta pasukan perdamaian, pasukan garuda yang turut serta membantu PBB dalam mengamankan daerah konflik. Keterlibatan Indonesia di Gerakan NonBlok dan OKI membuat Indonesia aktif memperjuangkan terwujudnya perdamaian di kawasan Timur-Tengah. Melalui Organisasi-organisasi tersebut juga Indonesia terus memperjungkan perdamaian dikawasan rawan konflik seperti di Afrika, Asia dan Amerika latin. Dalam menyikapi isu-isu baru seperti ancaman terorisme, Indonesia sebagai negara yang menjadi korban teroris dan menjadi negara yang diberitakan sebagai salah satu “sarang teroris” melakukan upaya-upaya pencegahan dan tindakan menumpas terorisme yang mengancam perdamaian dunia.

Categories: Catatan Kuliah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.