Quiz II

1. 4 gelombang pergerakan rakyat Amerika Latin menurut Prof. James Petras yaitu:
1). Gelombang pertama ( fase tahun 1950an hingga awal 1970an)
Dimulai dengan kesuskesan revolusi Kuba dan diakhiri dengan kekalahan kaum populis serta sosialis, dimulailah era kediktatoran militer dikerucut bagian paling selatan benua Amerika Latin.
2). Gelombang kedua, berpusat diAmerika Tengah
Dimulai dengan revolusi Sandinista Nicaragua pada tahun 1979 dan diakhiri dengan kekalahan elektoralnya ditahun 1990, era terkonsolidasinya rezim-rezim boneka Amerika Serikat di Nicaragua, Guatemala, dan El Salvador
3). Gelombang ketiga ( dimulai diakhir 1990an dan berakhir pada tahun 2002)
Pada gelombang ini merupakan perpaduan antara gerakan rakyat dan koalisi dengan partai-partai atau pemimpin populis gadungan
4). Gelombang keempat, yang sedang memperoleh momentumnya, terus menerus saling mengkonsolidasikan gerakan sosial-politik di seluruh Amerika Latin, termasuk koalisi kaum tani-Indian-pengganguran (kaum miskin kota)-kaum buruh dalam aktivitas ekstra parlementer.

Menurut saya keempat gelombang tersebut adalah bentuk perjuangan rakyat Amerika latin dalam memperjuangkan kepentingan mereka. Kawasan Amerika Latin adalah kawasan yang menentang neoliberalisme dan kapitalisme. Masyarakat Amerika Latin turut serta dalam perjuangan mengggulingkan pemerintahan yang tidak sesuai dengan keehndak rakyat. Gelombang pertama gerakan rakyat di Amerika Latin menggambarkan usaha rakyat yang berhasil menjatuhkan sosialisme, gelombang ini ditandai dengan dimulainya era kediktatoran di Amerika Latin. Pada masa awal 1950an-1970an negara-negara di amerika Latin banyak yang dipimpin oleh rezim militer.
Gelombang-gelombang rakyat tersebut semakin berkembang, hal ini dapat kita lihat dari isu-isu yang diperjuangkan. Pada dasarnya gelombang gerakan rakyat tersebut didasarkan atas keinginan rakyat Amerika Latin untuk memperjuangkan nasib mereka dengan merubah sistem yang ada. Gerakan-gerakan rakyat berkembang, dari gerakan mengenai filosofi pendidikan, gerakan pembebasan, hingga revolusi Bolivarian. Gerakan-gerakan tersebut didasarkan atas keinginan melakukan perubahan dimasing-masing negara dengan memanfaatkan demokrasi dalam memperluas geraknya.
Menurut saya, dari gelombang gerakan rakyat tersebut, gelombang kekepat adalah gelombang yang benar-benar telah merubah wajah Amerika Latin. Gelombang ini semakin didukung dengan keberhasilan pemimpin yang pro-rakyat yang ingin melakukan perubahan menduduki kekuasan. Pada masa ini, presiden di kawasan Amerika Latin terkenal sebagai presiden yang populis dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Gerakan rakyat gelombang keempat menggambarkan partisipasi rakyat kecil seperti petani, kaum minoritas Indian, kaum buruh dan pengangguran dalam melakukan perubahan. Rakyat kecil tersebut berani bersuara menetang ketidakadilan, kapitalisme, neoliberalisme yang terjadi dinegara mereka. Mereka adalah korban dari neokolonialisme dan kapitalisme di amerika Latin. Mereka berjuang menentang kapitalisme dan kekuasaan colonial. Oleh karena itu mereka melakukan gerakan yang ingin melakukan perubahan. Sebagai contoh keberhasilan usaha rakyat tersebut adalah, berhasilnya Evo Morales menjadi presiden Bolivia. Evo Morales adalah pemimpin petani miskin Indian di Bolivia.
Dari berbagai gelombang gerakan rakyat dapat disimpulkan bahwa, gerakan rakyat dapat mempengaruhi dan merubah sistem yang ada. Oleh karena suara rakyat adalah suatu kekuatan yang sangat menentukan dalam suatu negara.
Gerakan rakyat di Amerika Latin tersebut juga terjadi di Indonesia , dimana rakyat melakukan gerakan untuk memperjuangkan kepentingan mereka. Namun terdapat perbedaan dalam hal waktu dan jumlah gerakan. Gerakan rakyat di Indonesia dapat dilihat yang pertama, sebagai usaha menentang penjajahan, menentang penindasan, kolonialisme dari penjajah dan menuntut kemerdekaan. Gerakan ini sudah dimulai diseluruh kawasan nusantara untuk mengusir penjajah, namun gerakan yang tampak sebagai gerakan perpaduan dan persatuan seluruh rakyat Indonesia adalah setelah pada tahun 1920 dimana rakyat Indonesia bersatu menentang penjajah. Gerakan ini belum berakhir walaupun Indonesia telah mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1945, karena Belanda pada masa itu juga mengadakan agresi militer pertama dan kedua. Namun berkat perjuangan rakyat semua rintangan dapat dilewati.
Menurut saya yang menjadi gerakan kedua yang merupakan gerakan rakyat yang ingin memperjuangkan kepentingannya terjadi pada tahun 1998, dimana rakyat berhasil menumbangkan kekuasaan Orde Baru yang mencerminkan kapitalisme barat. Setelah gerakan ini, era reformasi dimulai di Indonesia. Gerakan perubahan pada 1998 tersebut dapat diartikan sebagai usaha rakyat melepaskan diri dari kekuasaan kapitalis Indonesia yang telah lama menindas rakyat. Kondisi yang seperti yang terjadi di Amerika Latin juga dialami rakyat Indonesia. Indonesia kaya akan kekayaan alam, namun rakyat tetap menjadi penonton dan miskin. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin tetap menjadi miskin. Sungguh ironis sekali.

2. Langkah-Langkah revolusioner yang dibuat oleh Presiden Bolivia Evo Morales yakni:
1). Pemotongan gaji
Evo Morales mengeluarkan kebijakan memotong gajinya sendiri dan juga gaji angota cabinet serta gaji 157 anggota kongres yang berasal dari partainya. Selanjutnya pemotongan gaji tersebut dimaksud untuk membantu program sosial dibidang pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Bolivia. Kebijakan Evo Morales ini didasarkan atas alasan, bahwa sebagian besar penduduk Bolivia memiliki penghasilan yang rendah. Kebijakan pemotongan gaji ini juga dimaksud untuk menghemat anggaran negara agar dapat digunakan untuk program yang bermanfaat bagi rakyat. Selain itu, kebijakan ini juga menunjukkan bahwa kepempinan Evo Morales mencerminkan prinsip kepemimpinan yang setara dan populis serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

2). Nasionalisasi perusahaan-perusahaan gas dan minyak
Evo Morales mengeluarkan kebijakan nasionalisasi perusahaan minyak dan gas agar rakyat Bolivia dapat menikmati hasil dari kekayaan alam Bolivia. Karena selama ini perusahaan-perusahaan yang mengambil kekayaan alam dari Bolivia tidak memberikan manfaat bagi rakyat. Rakyat Bolivia hanya menjadi penonton ketika kekayaan alamnya diambil oleh orang asing. Kebijakan ini menjadi kebijakan yang paling controversial karena mengundang aksi protes dari perusahaan asing tersebut dan juga negara besar lainnya. Namun kebijakan ini dapat berjalan karena sikap Evo Morlaez yang tidak gentar memperjuangkan kepentingan rakyat. Dalam melaksanakan kebijakna ini, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh Evo Morales, namun berkat dukungan dari rakyat Bolivia dan juga dukungan yang berasal dari presiden-presiden negara Amerika Latin lainnya seperti, presiden Brazil, Argentina, dan Venezuela. Jika perusahaan-perusahaan tersebut tidak menyetujui syarat-syarat yang diajukan oleh pemerintah Bolivia, mereka dapat angkat kaki dari negara Bolivia kapan saja. Hal ini lah yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan tersebut baik secara terpaksa ataupun tidak menyetujui kebijakan ini.

3). Melegalkan koka
Bagi Evo Morales, membangun ekonomi rakyat haruslah terlebih dahulu dengan membangun basis ekonomi yang dimiliki oleh mereka. Koka merupakan tanaman komoditas andalan bagi rakyat Bolivia. Amerika Serikat telah berusaha untuk memusnahkan tanaman koka, karena dianggap sebagai salah satu jenis narkotika yang harus diperangi. Bolivia dibawah pemerintahan Evo Morales mengeluarkan kebijakan melegalkan penanaman dan perdagangan koka, karena koka adalah komoditas andalan yang menopang perekonomian sebagian rakyat Bolivia. Dalam kehidupan masyarakat Bolivia sehari-hari koka adalah tanaman yang sangat bermanfaat, oleh karena itu kebijakan ini dapat membantu meningkatkan perekonomian rakyat.

4). Redistribusi lahan di Bolivia
Kebijakan ini dilaksanakan dengan menyerahkan seperlima lahan negara kepada petani-petani miskin di Bolivia. Selain itu pemerintah juga menekankan kepada masyarakat agar tidak membuka hutan untuk pertanian, melindungi hutan dan mamanfaatkan lahan-lahan kosong dan tidak terpakai. Kebijakan dengan memberikan seperlima lahan kepada masyarakat miskin menimbulkan pertentangan dalam negeri Bolivia, karena kebijakan tersebut sangat merugikan petani-petani kaya yang menguasai sebagian besar lahan pertanian di Bolivia. Namun Evo Morales tetap teguh dalam menjalankan kebijakan ini, karena jika tidak, ketimpangan dan perbedaan antara yang kaya dan miskin semakin nyata. Yang kaya makin kaya sementara rakyat miskin akan tetap miskin. Kebijakan ini dikeluarkan agar masyarakat miskin dapat menikmati sumber daya alam dinegaranya sendiri.

5). Reformasi Konstitusi
Dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat miskin, kebijakan yang dikeluarkan oleh Evo Morales harus mendapat dukungan konstitusi dari parlemen. Oleh karena itu agar kebijakan yang dikeluarkan terlegitimasi, Evo Morales melakukan perubahan dalam konstitusi Bolivia. Evo Morales membuka sidang parlemen yang bertujuan menyusun kembali undang-undang ( konstitusi), agar konstitusi tersebut dapat menyangkut mengenai usaha mengatasi kesenjangan sosial ekonomi dalam masyarakat Bolivia dan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada masyarakat pribumi asli yang mayoritas hidup miskin.

6). Kebijakan sosial untuk masyarakat miskin
Adapun kebijakan yang dikeluarkan oleh Evo Morales untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin adalah dengan memberikan pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis dan perumahan bagi masyarakat miskin. Selain itu, Evo Morales juga mengeluarkan kebijakan memberikan kredit atau pinjaman dengan bunga rendah kepada kaum industri kecil dan para petani.

Menurut pendapat saya kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden Evo Morales tersebut adalah suatu kebijakan yang sangat populis dan mementingkan kepentingan rakyat, terutama rakyat miskin. Karena selama ini, sebelum Evo Morales berkuasa, rakyat Bolivia sebagian besar hidup dibawah garis kemiskinan. Masyarakat diinjak-injak oleh kaum kapitalis yang diwakili oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Bolivia. Dari pengalaman sejarah Bolivia, sejak dijajah oleh Spanyol hingga masa sebelum berkuasanya Evo Morales, rakyat diperbudak oleh kolonialisme dan kaum kapitalis. Kekayaan alam Bolivia dikuras oleh kaum penjajah dan pada zaman sekarang dikuras oleh perusahaan-perusahaan tanpa memperdulikan kepentingan dan kesejahteraan rakyat Bolivia. Ditengah kekayaan alam Bolivia, rakyatnya hidup miskin menderita. Melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Evo Morales yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat, diharapka agar kondisi kehidupan rakyat Bolivia menjadi semakin lebih baik. Berdasarkan kebijakan tersebut dapat diamati betapa besar usaha dan perjuangan Evo Morales dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat Bolivia. Walaupun banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi, Evo Morales tetap tegar dan terus maju karena adanya dukungan dari rakyat Bolivia dan presiden dari negara tetangga.
Mengenai permasalahan apakah kebijakan-kebijakan tersebut dapat juga dilakukan oleh pemimpin di Indonesia, menurut saya semua nya dapat atau mungkin saja dilakukan oleh pemimpin Indonesia tetapi yang menjadi permasalahan apakah memang pemimpin Indonesia tersebut mampu, yakin dan mau melaksanakannya. Kebijakan mengenai pemotongan gaji, redistribusi lahan, reformasi konstitusi dan kebijakan untuk rakyat miskin dapat saja dilakukan oleh pemimpin Indonesia. Kebijakan ini akan dipengaruhi oleh komitmen dari pemimpin tersebut dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Kebijakan seperti nasionalisasi perusahaan asing merupakan kebijakan yang mungkin sulit dilakukan oleh pemimpin Indonesia. Hal ini mungkin dipertimbangkan oleh adanya tekanan langsung maupun tidak langsung dan juga intervensi dari negara-negara besar.
Kondisi dan keadaan antara Bolivia dan Indonesia jelas berbeda. Kebijakan presiden Bolivia Evo Morales didukung sepenuhnya oleh rakyat Bolivia terutama kaum Indian. Selain itu, kebijakan tersebut juga mendapat dukungan dari presiden negara tetangga Bolivia seperti presiden Brasil Lula Da Silva, presiden Venezuela Hugo Chavez, presiden Argentina Neston Kirchner dan presiden di negara Amerika Latin lainnya. Berbeda dengan dinegara kita Indonesia. Dikawasan Asia Tenggara belum ada dan dapat dikatakan tidak akan pernah ada pemimpin yang berani menentang Amerika dan kaum kapitalis. Senada dengan hal tersebut, masyarakat dan sebagian elit politik tidak mendukung sepenuhnya kebijakan tersebut. Indonesia yang mengagung-agungkan demokrasi ( kebebasan berpendapat ) dapat menjadi suatu halangan bagi seorang pemimpin dalam mengambil suatu kebijakan. Dukungan rakyat dan elit politik tidak sepenuhnya tertuju hanya pada satu pemimpin saja, oleh karena itu kebijakan suatu pemimpin dapat ditentang oleh pihak lain, terutama apabila pihak lain tersebut ingin mencari kekuasaan dan berusaha menjatuhkan pemimpin tersebut.
Menurut saya, yang mnejadi penghalang bukan hanya adanya dukungan atau tidak, tetapi faktor kepemimpinan daan kepentingan pribadi juga sangat berpengaruh. Untuk itu perlu adanya pemimpin yang kuat, tegar dan memperjuangkan kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi saja.

3. Syarat utama bagi negara Amerika Latin untuk keluar dari lingkaran kemiskinan menurut presiden Venezuela, Hugo Chavez yaitu:
1). Demokrasi (partisipasi aktif rakyat) untuk meluaskan kesadaran (ideologi) kolektif melawan imprealisme.
Masyarakat Amerika Latin mendesak keadilan dalam ekonomi dan politik ( perlawanan terhadap diskriminasi ), penolakan terhadap ALCA, penguasaan kekayaan alam, penyediaan lapangan pekerjaaan, redistribusi tanah dan permodalan bagi pertanian. Masyarakat Amerika latin melakukan perlawanan dan mobilisasi terhadap pemimpin negara. Di Bolivia, Venezuela dan Kuba timbul gerakan-gerakan dan mobilisasi sosial dalam mempertahankan semangat revolusi dari ancaman imprealisme. Gerakan-gerakan tersebut berhasil mencapai tujuan tujuan yang dicapainya dinegara masing-masing. Seperti gerakan kaum petani koka di Bolivia yang berhasil menumbangkan kekuasaan
presiden Mesa dan menaikkan Evo Morales
2). Pengusaan sumber-sumber pembiayaan negara
Penguasaan sumber-sumber pendapatan oleh pemerintah dilakukan dengan cara nasionalisasi perusahaaan asing, pengambilalihan hingga pemberlakuan pajak yang tinggi bagi investasi dan royalty pendapatan perusahaan asing. Hal ini bertujuan untuk merebut kedaulatan ekonomi dari raksasa-raksasa modal Amerika Serikat yang kemudian akan digunakan dalam meningkatkan kemampaun dan kesejahteraan rakyat. Tindakan ini akan meresahkan perusahaan-perusahaan dan negara pemilik modal besar.
3). Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan darurat (mendesak) rakyat untuk meningkatkan tenaga produktif
Adapun kebutuhan mendesak bagi masyarakat adalah dibidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan perumahan. Oleh karena itu negara seperti Kuba dan Venezuela telah berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dan gratis kepada masyarakat tidak mampu.
4). Program-program peningkatan teknologi (Force of Production)
Progam ini dimaksud untuk melepaskan ketergantungan dari neoliberalisme. Progam-program ini bukanlah program jangka pendek yang hasilnya dapat langsung dirasakan melainkan adalah program jangka panjang

Pendapat saya mengenai alternative-alternatif tersebut adalah: keempat alternative diatas adalah cara yang harus dilakukan oleh negara-negara amerika latin dalam rangka memajukan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan terutama pandangan masyarakat mengenai kapitalisme dan imprealisme, dimana kapitalisme, liberalisme dan kolonialisme adalah penyebab sebagian besar penderitaan masyarakat Amerika latin. Masyarakat Amerika Latin telah mengalami penjajahan baik secara fisik dan ekonomi oleh kolonialisme dan kapitalisme sejak zaman penjajahan spanyol. Para penjajah bukan mendatangkan kemakmuran melainkan penderitaan yang berkepanjangan yang dialami oleh masyarakat Amerika Latin. Di zaman modern, Spanyol menjalin hubungan ekonomi dan politik dengan neo-kolonialisme yang datang dari AS. Persekutuan antara kekuatan kapitalis semakin menyiksa dan menyengsarakan masyarakat dinegara Amerika Latin.
Liberalisme dan kapitalisme yang dimotori Amerika telah memberikan pengalaman pahit kepada masyarakat Amerika Latin. Jalan kapitalis melalui IMF, Bank Dunia dan WTO tidak mampu mensejahterakan masyarakat Amerika Latin. Kapitalisme justru membuat negara-negara Amerika Latin semakin menderita dan ketergantungan yang semakin besar kepada negara-negara kapitalis. Jurang pemisah antara kaya dan miskin sangat besar.
Hal inilah yang menyebabkan masyarakat di Amerika Latin menuntut peningkatan kesejahteraan dalam semua bidang kehidupan. Melawan pengaruh imprealisme dilakukan dengan memperkuat posisi rakyat dengan peningkatan kesejahteraan mereka.
Menurut saya, langkah memberikan kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat adalah langkah yang sangat tepat sebagai upaya peningkatan kemampuan rakyat dalam menghadapi ancaman imprealisme. Peningkatan teknologi juga tepat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat kepada negara industri maju. Namun peningkatan teknologi hanya dapat dilakukan dengan kemampuan yang baik yang dimiliki masyarakat. Dalam meningkatkan kemampuan masyaarakat, hal yang penting diperhatikan adalah menyangkut kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tersebut. Peningkatan kesejahteraan tersebut harus didukung oleh dana yang besar. Oleh karena itu sumber dana yang dapat diharapkan adalah melalui nasionalisasi perusahaan asing.
Keempat alternative tersebut bertujuan untuk mempersiapkan terhadap ancaman imprealisme dan kapitalisme. Kedua paham tersebut harus dicegah dan dihadapi oleh masyarakat Amerika Latin. Jadi, keempat langkah alternative tersebut memiliki hubungan yang saling terkait satu sama lain Hubungannya dapat dijelaskan secara sederhana seperti ini:
Peningkatan teknologi hanya dapat dilakukan dengan dana yang besar dan tenaga manusia yang memilki kemampuan yang baik. Kemampuan yang baik dipengaruhi oleh kesejahteraan seperti tingkat pendidikan, kesehatan dan perumahan yang layak. Dana yang dibutuhkan dalam peningkatan teknologi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berasal dari usaha nasionalisasi perusahaan. Karena program tersebut, hasilnya akan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Sementara itu juag diperlukan adanya partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam upaya melawan imprealisme .

Categories: Opini | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.