Quiz I

1. Persamaan nasib yang dialami oleh bangsa-bangsa di Amerika Latin adalah:
Terdapat beberapa factor persamaan bangsa di Amerika Latin yakni,
• Masyarakat Amerika Latin memiliki latar belakang sejarah / social atau budaya yang sama. Masyarakat asli Amerika Latin yang merupakan suku bangsa Indian dan golongan budak ( negro atau kulit hitam ) hidup miskin didaerah pedalaman dan pegunungan.
• Wilayah Amerika Latin merupakan wilayah yang dijajah oleh bangsa yang sama yakni bangsa Spanol dan Portugis
• Bentuk Pemerintahan di Amerika Latin pada waktu masa kolonialisasi disesuaikan dengan negara penjajah, yakni pemerintahan diwilayah Amerika Latin dijalankan oleh gubernur jendral sebagai perwakilan raja/ ratu negara penjajah.
• Pada masa penjajahan, negara penjajah ( Spanyol dan Portugis ) mengeksploitasi segenap sumber daya alam yang berlimpah yang terdapat di wilayah Amerika Latin
.
Terdapat beberapa factor yang menyebabkan mengapa bangsa-bangsa di Amerika Latin bisa dijajah selama 300 tahun oleh Spanyol dan Portugis yakni, pada masa penjajahan bangsa Amerika Latin mengalami kekalahan dalam perang untuk mengusir Spanyol dan Portugis dari wilayah mereka. Adapun factor yang menyebabkan kekalahan dalam berperang terhadap Spanyol dan Portugis antara lain:
• Tidak adanya kepemimpinan. Pada masa itu belum ada pemimpin yang mengatur dan mengorganisasikan segala bentuk perlawanan terhadap penjajah.
• Tidak adanya kesatuan. Masyarakat Amerika Latin pada masa itu belum bersatu atau melakukan kerjasama untuk mengusir penjajah. Mereka masih berjuang sendiri sendiri ( perjuangan bersifat kedaerahan )
• Masih bodoh dan terbelakang. Faktor social masyarakat Amerika Latin pada saat itu seperti kemiskinan dan kebodohan menjadi penghambat dalam melawan kolonisasi.
• Teknologi militer masih terbelakang. Untuk melawan penjajah, bangsa Amerika Latin mengalami kendala karena belum memiliki peralatan militer yang memadai jika dibandingkan dengan negara penjajah.

2. Banyak negara-negara di Amerika Latin berubah haluan menjadi sosialisme disebabkan karena, sejarah mereka yang selama beratus tahun dijajah oleh Spanyol dan Portugis. Para penjajah bukan mendatangkan kemakmuran melainkan penderitaan yang berkepanjangan yang dialami oleh masyarakat Amerika Latin. Di zaman modern, Spanyol menjalin hubungan ekonomi dan politik dengan neo-kolonialisme yang datang dari AS. Persekutuan antara kekuatan kapitalis semakin menyiksa dan menyengsarakan masyarakat dinegara Amerika Latin.
Liberalisme dan kapitalisme yang dimotori Amerika telah memberikan pengalaman pahit kepada masyarakat Amerika Latin. Jalan kapitalis melalui IMF, Bank Dunia dan WTO tidak mampu mensejahterakan masyarakat Amerika Latin. Kapitalisme justru membuat negara-negara Amerika Latin semakin menderita dan ketergantungan yang semakin besar kepada negara-negara kapitalis. Jurang pemisah antara kaya dan miskin sangat besar.
Inti dasar dari gagasan sosialisme adalah komitmennya pada penciptaan masyarakat yang egalitarian. Masyarakat yang menolak liberalisme berada dalam kubang kesenjangan, diskriminasi dan ketimpangan social. Karenanya, sosialisme sangat meyakini akan tatanan social yang pekat dengan nilai keadilan dan keyakinann akan kemampuan manusia untuk saling bekerja-sama
Berbagai negeri Amerika Latin ini sekarang sedang memandang ke “arah kiri” dan berusaha menggalang bersama-sama persatuan dan kesatuan yang diinspirasikan oleh gagasan-gagasan besar Simon Bolivar.
Adapun contoh negara yang berubah haluan menjadi sosialisme seperti: Venezuela. Sebelum Hugo Chavez berkuasa, kaum elite yang memegang kekuasaan politik dan ekonomi telah merampok kekayaan bumi Venezuela secara besar-besaran. Akibatnya sebagian besar rakyatnya hidup sengsara.

3. Menurut saya, Hugo Chavez dan Evo Moralez sangat anti liberalism dan kapitalisme barat ( Amerika Serikat ) karena,
Mereka pendapat bahwa liberalisme dan kapitalisme merupakan factor penyebab yang selama ini membuat negara-negara Amerika latin semakin sengsara dan menderita. Mereka berkaca dari sejarah yang panjang dan kelam karena dijajah oleh kolonialisme Spanyol yang membuat hidup masyarakat Amerika Latin menderita. Dizaman modern penjajahan yang dilakukan negara kapitalis berubaah dari bentuk penjajahan militer menjadi penjajahan dibidang politik dan ekonomi.
Hugo Chavez anti liberalis karena tidak ingin negaranya, Venezuela yang merupakan penghasil minyak nomor 5 didunia dikuasai oleh Amerika Serikat. Hugo Chavez merupakan pengagum berat Fidel Castro, presiden Kuba yang juga sangat anti Amerika. Sebagai sosok yang sangat mengagumi Castro, ia berusaha untuk membentuk pakta perdagangan sosisalis yang menolak pola pasar bebas yang diprakarsai oleh Amerika.
Hugo Chavez menganggap Presiden Amerika, George Bush adalah “orang gila” kerena ingin menguasai seluruh dunia. Amerika dengan liberalisme dan kapitalisme nya melancarkan pengaruhnya didunia dengan mengusung bendera perdamaian dan demokrasi. Hugo Chavez sedang berusaha untuk membendung pengaruh Amerika melalui kerjasama dengan negara negara yang kontra terhadap Amerika seperti, Iran, Kuba, Siria dan negara sosialis lainnya.
Presiden Bolivia Evo Morales sangat anti terhadap liberalis dan kapitalisme karena dia menganggap liberalis dan kapitalis semakin membuat masyarakat Amerika Latin khususnya Bolivia semakin menderita. Liberalisme ditentang karena Evo Morales tahu berapa besar ongkos social yang harus dibayar akibat kepatuhan mereka pada rezim pasar bebas. Kemiskinan yang melingkari mayoritas penduduk tidak seimbang dengan kekayaan yang hanya berputar-putar dilingkunagn kelas social atas.
Liberalisme secara kejam telah membunuh potensi ekonomi warga asli sebagaiman yang terjadi di Bolivia. Tanaman koka yang selama ini jadi andalan penduduk Bolovia, karena kampanye pemberantasan obat bius kemudian ditumpas oleh kekuasaan Amerika. Evo Morales merupakan presiden Bolivia yang berasal dari suku Indian, masyarakat asli Bolivia. Berlatar belakang sebagai petani koka, Morales memperjuangkan hak hidup dan mata pencaharian suku Indian yang sebagian besar merupakan petani koka. Evo Morales merupakan pemimpin gerakan menuju sosialisme ( Movimento Al Socialaismo / MAS ), suatu gerakan politik yang dibentuk para petani koka untuk memenuhi hak-haknya.
Liberalisme dan kapitalisme hanya menciptakan sistem kekuasaan politik yang dimainkan oleh kelompok pebisnis. Liberalisme dan kapitalisme hanya memberikan panggung dari kekuasaan pebisnis yang selalu percaya bahwa setiap pemimpin politik harus ramah terhadap pasar.

Categories: Opini | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.