PENELITIAN KUALITATIF

Tugas Individu:
Nama : Eko Sanjaya Tamba
NIM : 0601114071
Jurusan : Hubungan Internasional
M. Kuliah : Metode Penelitian Sosial

PENELITIAN KUANTITATIF

Tulisan ini akan menjelaskan mengenai penelitian kualitatif, bagaimana sejarah penelitian tersebut, proses kerjanya dan yang membedakannya dengan penelitian lainnya. Dalam tulisan ini juga akan dibahas mengenai bentuk-bentuk penelitian kuantitatif, ruang lingkup penelitian tersebut, serta proses atau langkah-langkah dalam melakukan penelitian kuantitatif. Dalam membahas mengenai ruang lingkup penelitian kuantitatif, akan dibatasi hanya mengenai penelitian kuantitatif dalam bidang ilmu sosial.
Penelitian kuantitatif adalah bentuk penelitian yang lahir dari tradisi-tradisi positivisme yang mana objek dalam penelitian ini memilki sifat-sifat yang naturalistik, empiris, dan behavioristic dimana setiap objek dalam penelitian ini dapat harus dapat direduksi menjadi fakta-fakta yang yang dapat diamati, bersifat objektif dan benar-benar harus bebas nilai. Dalam paradigma kuantitatif, gagasan positivisme dianggap sebagai dasar pemikiran paradigma tersebut. Paham positivisme ini dipelopori oleh August Comte, kemudian dikembangkan Emile Durkheim, Lee Cronbach, L Guttman, fred Kerlinger, dan para ahli lainnya.
Dalam bidang penelitian, pendekatan pada mulanya didominasi oleh pendekatan kuantitatif sebagai bentuk pendekatan yang melahirkan teori-teori agung ( grand theory ) pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Pendekatan kuantitatif dianggap sebagai metode yang memenuhi syarat-syarat keilmiahan baik dalam penelitian ilmu alam sampai dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.Karena dilahirkan dari tradisi paradigma positivisme, penelitian kuantitatif lebih melihat fakta sebagai sesuatu yang tidak dipengaruhi sikap-sikap subjektif peneliti. Penelitian kuantitatif berorientasi pada hasil yang diperoleh bukan pada proses penelitiannya seperti penelitian kualitatif.
Adapun ruang lingkup penelitian kuantitatif mencakup ruang lingkup ilmu sosial dan juga menjangkau bidang keilmuan eksakta dalam kasus tertentu. Namun dalam tulisan ini, dijelaskan hanya menyangkut bidang keilmuan sosial. Penelitian kuantitatif menyangkut bidang-bidang ilmu sosial, seperti sosiologi, politik, ekonomi, hukum, administrasi, komunikasi dan sebagainya. Perilaku sosial yang memiliki gejala-gejala yang tampak, dapat diamati, dapat dikonsepkan dan dapat diukur sebagai variable yang muncul dalam masyarakat merupakan wilayah penelitian kuantitatif.
Adapun format penelitian dalam penelitian kuantitatif dalam bidang ilmu sosial tergantung pada permasalahn dan tujuan penelitian itu sendiri. Terdapat dua format penelitian kuantitatif yaitu: format deskriptif dan format eksplanasi. Format deskriptif bertujuan menjelaskan berbagai variable yang timbul dalam masyarakat yang menjadi objek penelitian, format ini menggunakan statistic induktif untuk menganlisa data penelitiannya. Sedangkan format eksplanasi bertujuan menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh suatu variable dengan variable lainnya. Penelitian ini menggunakan sampel dan hipotesis.
Penelitian kuantitatif secara garis besar dibagi menjadi beberapa bagian menurut tujuan, pendekatan, tempat, bidang ilmu, taraf penelitian dan saat terjadinya variable.
• Berdasarkan Tujuan Penelitian
Penelitian Eksplorasi ( Penelitian yang belum pernah sebelumnya ), Penelitian Pengembangan ( Mengembangkan Penelitian sebelumnya), Penelitian Verifikasi
• Berdasarkan Pendekatan
Penelitian Longitudinal, Cross-Sectional, Kuantitatif, Survei, Assessment, Evaluasi, Action Research
• Berdasarkan Tempat
Penelitian di Library, laboratorium dan Field
• Berdasarkan Bidang Ilmu
Penelitian dibidang agama, pendidikan, manajemen, komunikasi, administrasi, bahasa, hukum, sejarah.antropologi, dll
• Berdasarkan Taraf Penelitian
Penelitian bersifat deskriptif dan eksplanasi
• Berdasarkan Saat Terjadinya Variabel,
Penelitian histories dan eksperimen
Dalam penelitian kuantitatif terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan oleh peneliti :
1. Menentukan dan merumuskan masalah yang kan diteliti
2. Mendesain model penelitian dan parameter penelitian
3. Mendesain instrument pengumpulan data penelitian
4. Melakukan pengumpulan data penelitian
5. Mengolah dan Menganalisis data hasil penelitian
6. Mendesain laporan hasil penelitian
Dalam memilih dan menentukan topik permasalahan pada penelitian kuantitatif, terdapat pertimbangan objektif dan pertimbangan subjektif yang harus diperhatikan. Pertimbangan objektif didasarkan pada kondisi masalah itu sendiri apakah layak atau tidak untuk diteliti. Sedangkan pertimbangan subjektif didasarkan pada kredibilitas peneliti terhadap apa yang akan ditelitinya.
Dalam memilih suatu topik yang menjadi masalah dalam penelitian, penelitian kuantitatif bersifat mengembangkan, menciptakan dan menemukan konsep. Konseptualisasi dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah peneliti membaca teori yang digunakan dalam meneliti dan selanjutnya konsep tersebut akan membantu peneliti menemukan metode yang akan digunakan dalam menguji data lapangan.
Dlam penelitian kuantitatif, pada umumnya akan menggunakan hipotesis. Tetapi tidaka mutlakkarena tergantung pada tipe penelitiannya. Penelitian kuantitatif akan menggunakan hipotesis jika penelitian tersebut bersifat eksplanatori, mengguankan sampel penelitian, menggunakan pengujian statistic inferensial, dan hasil-hasil penelitian tersebut digeneralisasikan. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif yang idbersifat deskriptif, penggunaan hipotesis tidak terlalu penting dilakukan karena penelitian ini tidak bertujuan untuk menguji hipotesis.
Dari segi tehnik pengumpulan data, penelitian kunatitatif lebih mengutamakan wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan instrument yang digunakan dalam pengumpulan data tersebut adalah peneliti sendiri, karena sebagai makhluk sosial peneliti harus dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan para responden mereka. Hal ini penting dilakukan agar pemberi data ( responden ) menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi.
Dalam menganalisis data, peneliti memulainya sejak awal ketika terjun ke lapangan untuk melakukan pengumpulan data, mengelompokkan data-data tersebut dan menginterprestasikan data tersebut. Interprestasi data dilakukan oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian kemudian peneliti memberikan penjelasan terhadap interprestasi yang dibuat, mengapa konsep tersebut dipilih. Dalam membuat laporan hasil penelitian, hal yang harus diperhatikan adalah laporan itu harus benar-benar mendeskripsikan hasil penelitian tersebut secara utuh, tidak dilebih-lebihkan ataupun dikurangi. Laporan hasil penelitian disusun secara sistematis, objektif dan ilmiah.
Pendekatan kuantitatif dimulai dengan berpikir deduktif untuk menurunkan hipotesis, kemudian melakukan pengujian dilapangan. Kesimpulan atau hipotesis tersebut ditarik berdasarkan data empiris. Dengan demikian, penelitian kuantitatif lebih menekankan pada indeks-indeks dan pengukuran empiris. Penelitian ini lahir dari tradisi positivisme yang menekankan prinsip naturalistik, keobjektifan dan bebas nilai. Oleh karena itu penelitian kuantitatif lebih berorientasi pada hasil yang diperoleh, bukan pada proses dari penelitian tersebut.

Referensi
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: Prenada Media, 2005
Dra. Nurul Zuriah, MSi, Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan,Teori-Aplikas Jakarta:Bumi Aksara, 2006

Categories: Catatan Kuliah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.