INTERVENTION: Toward Best Practices and a Holistic View

Tulisan ini didasarkan atas tulisan dari Chester A. Crocker mengenai strategi intervensi atau campur tangan pihak ketiga dan konsekuensi dari intervensi tersebut yang dimuat dalam buku Turbulence Peace: The Challenges of Managing International Conflict, Whasington. D.C: USIP. 2001. Adapun hal yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah mengenai intervensi atau campur tangan dari pihak ketiga dalam suatu permasalaah yang terjadi dalam dunia internasional baik itu permasalahan dalam suatu negara, permasalahan antar negara dan permasalahan negara dalam suatu kawasan.
Perserikataan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu lembaga persatuan diantara negara didunia memainkan peranannya dalam menjaga dan memelihara perdamaian dunia. Dalam membantu memecahkan suatu permasalahan yang melibatkan satu maupun beberapa negara, PBB baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat sebagai penengah atau mediator. Keterlibatan ini dapat dikatakan adaalah sebuah intervensi.
Intervensi atau campur tangan dapat mengacu kepada setiap tindakan eksternal dari suatu aktor hubungan internasional yang mempengaruhi permasalahan-permasalah yang terjadi dalam suatu negara yang berdaulat. Intervensi, pada konsepnya digunakan untuk menciptakan suatu perdamaian dunia. Intervensi dalam tulisan ini dilakukan dalam rangka membantu penyelesaian konflik yang terjadi. Oleh karena semakin beragamnya konflik, maka dibutuhkan adanya keterlibatan dari pihak ketiga.
Konflik dapat terjadi dalam kondisi internal suatu negara serta dalam hubungan dengan dengan negara lain. Terdapat beberapa tipe konflik yakni, perang sipil, perang anti kolonialisme dan imprealisme, konflik agama dan etnik, perang akibat berakhirnya suatu rejim, perang perebutan kekuasaaan, perang akibat terpecahnya suatu negara dan perang untuk melawan kekuatan asing. Sebagian besar tipe konflik adalah tipe internal atau yang terjadi dalam suatu negara. Akibat sudah semakin lazimnya dan beragamnya suatu konflik, menjadi suatu alasan timbulnya suatu intervensi atau campur tangan oleh pihak ketiga.
Adapun motivasi atau latar belakang dari intervensi tersebut yakni, intervensi untuk meredakan akibat kemanusiaan yang ditimbulkan oleh suatu konflik, intervensi untuk menghentikan pertumpahan darah dan mestabilkan kondisi diantara dua pihak yang bersengketa dan untuk menjauhkan dari kemungkinan terjadinya perang. Intervensi yang dalam membantu mengatasi suatu konflik dilakukan dengan dua cara yakni, intervensi militer dan intervensi diplomasi. Intervensi militer dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk yang berbeda yakni: tindakan secara sepihak oleh suatu negara secara individu ( Contoh Inggris di Siera Leone ), keinginan dari suatu koalisi khusus ( sekutu barat di Lebanon ), pasukan perdamaian atau operasi perdamaian untuk menjaga dan menciptakan perdamaian, pasukan penjaga keamanan regional yang dipimpin oleh organisasi keamanan regional serta terakhir yang menjadi bentuk dari intervensi militer tersebut adalah tindakan yang telah dimandatkan PBB yang dilaksankan oleh kekuatan regional
atau kekuatan global yang sangat diperlukan. Sedangkan intervensi diplomatik dapat dilaksanakan jika suatu konflik tersebut terjadi terus menerus dan menjadi isu utama yang mempengaruhi kebijakan terhadap suatu negara atau kawasan.
Beberapa tipe intervensi politik atau intervensi mediasi dilakukan oleh pemerintah atau kelompok pemerintahan dengan meperhatikan institusi ekonomi internasional dan institusi kemanusiaan. Organisasi-organisasi internasional membantu mengawsi permasalahan hak azasi manusia, mengatur bantuan bilateral dan multilateral, menyediakan program untuk penyebarab keahlian dalam hubungan antar kelompok, resolusi konflik, rekonsiliasi pendidikan dan keagamaan dan tata demokrasi.
Dalam pencegahan suatu konflik dilakukan dengan tindakan preemptive untuk mengontrol beberapa tindakan yakni:
• Menunda pemilihan umum dalam masyarakat jika akibat yang ditimbulkan dari penelitian tersebut adanya polarisasi atau pengelompokkan masyaarakat.
• Mendorong para pemegang jabatan untuk melakukan tindakan yang memperkenalkan suatu solusi politik untuk mencapai jalan keluar suatu konflik
• Membangun secara nyata semua sumber-sumber baik energi maupun modal dalam bidang politik agar dapat memberdayakan orang lain, mempersatukan kembali mantan-mantan pejuang kedalam masyarakat sipil.
• Melawan dan menentang pemisahaan wiayah sebagai solusi perselisihan internal.

Kesuksesan dalam suatu usaha keras, termasuk kebijakan luar negeri sudah menjadi sebuah sifat dari suatu dugaan atau gagasan yang relative. Kesuksesan suatu intervensi adalah menemukan tantangan dari pelaksaanaan setelah tercapainya suatu kesepakatan dan operasi perdamaian telah nyata dilaksanakan. Peranan, intervensi atau campur tangan pihak asing tidak dapat berakhir pada hari diman kesepakatan ditanda tangani. Dalam bukunya, Chester lebih focus pada intervensi militer yang merupakan sesuatu yang sangat penting dan sebagai penopang keseimbangan antara rintangan dan mekanisme pengamanan dalam menghadapi rintangan tersebut.
Kesuksesan suatu intervensi juga dipengaruhi oleh kondisi pihak yang melakukan intervensi. Kepemimpinan dan pengalaman yang tinggi menjadi faktor penting bagi pengintervensi dalam usahanya membangun aspek yang bersifat politik dan militer. Kesuksesan juga bergantung pada pemahaman hubungan yang terjadi antara kekuatan militer dan strategi diplomasi. Intervensi diplomatik dan kerjasama antar negara membutuhkan kepemimpinan yang imajinatif dalam memotivasi setiap aktor agar dapat bekerja sama.
Aktor yang ingin mengintervensi suatu konflik harus mempunyai kapasitasdan kemampuan bagi keefektifan dan kesiapan dalam mengambil suatu keputusan. Baik intervensi militer maupun non militer tidaka akan melibatkan aktor yang tidak mengerti mengenai permasalahan dalam suatu konflik. Jika intervensi tersebut agar berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang maksimal, aktor ynag menjadi inventor harus ditempatkan sebagai pemegang wewenang dan tanggung jawab serta didukung oleh semua pihak.intervensi harus dijalankan sebagai suatu tugas dan dipandang sebagai pekerjaan penuh bagi pemegang kewenangan. Intervensi bukanlah sebuah sikap untuk menunjukkan kebesaran dan kehebatan, tetapi adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan dengan tujuan membantu penyelesaian suatu konflik guna terciptanya perdamaaian dunia. Suatu intervensi akan diperbolehkan apabila intervensi tersebut tidak bersifat merugikan dan memang dapat membantu terciptanya perdamaian.
Membahas mengenai intervensi adalah penting dalam mata kuliah Organisasi dan Administrasi Internasional. Dimana intervensi tersebut pada umumnya adalah suatu tugas yang diberikan oleh suatu organisasi baik itu dalam skala global maupun regional dalam membantu penyelesaiaan suatu konflik yang terjadi dalam suatu negara guna mewujudkan perdamaian dunia. Sebagian besar intervensi yang dilakukan seperti intervensi militer di negara negara yang berkonflik merupakan pasukan perdamaian suatu organisasi seperti PBB dan juga dilakukan oleh negara yang telah mendapat mandate atau persetujuan dari suatu organisasi global seperti PBB. Intervensi juga dilakukan oleh organisasi yang bersifat regional.
Dalam membahas mengenai Organisasi dan Administrasi Internasional, juga mencakup penjelasan mengenai organisasi regional seperti ASEAN. ASEAN merupakan organisasi regional dikawasan Asia Tenggara. Dalam praktek hubungan antar negara, ASEAN tidak mengenal adanya intervensi karena organisasi ini bersifat non-intervensi. Prinsip non-intervensi dari ASEAN ini sangat dijunjung tinggi dan dipegang teguh. Prinsip ini memberikan kontribusi terhadap eksistensi ASEAN. Prinsip ini adalah salah satu bentuk penghormatan akan kedaulatan masing-masing negara anggota. Namun prisnsip ini semakin tidak relevan ketika dihadapkan kepada suatu permasalahan, seperti kasus Myanmar dimana terjadinya pelanggaran HAM disana. ASEAN hanya sebatas mengingatkan Myanmar. Hal ini sesuai dengan prinsip non-intervensi tersebut. Namun ini tidaklah suatu pemecahaan karena non-intervensi ASEAN sudah menjadi hal yang tidak relevan.
Dalam kenyataanya dewasa ini, intervensi banyak yang telah dimanfaatkaan negara-negara besar dan memiliki kemaampuan yang lebih dalam semua bidang kehidupan semata-mata demi mencapai kepentingannya. Seperti tindakan Amerika di Irak dan Afganistan. Sebagai negara pihak ketiga Amerika tidak mampu menyelesaikan konflik yang terjadi disana baik itu konflik etnis dan aliran keagamaan. Intervensi Amerika justru semakin menambah permasalahan dan menyebabkan pertumpahan darah. Permaasalah tidak pernah selesai. Amerika memanfaatkan PBB sebagai organisasi penjaga perdamaian dalam memenuhi kepentingannya.
Negara kita Indonesia, dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa juga telah merasakan adanya intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam peristiwa usaha Tomor-Timur merdeka dari Indonesia, terdapat intervensi yang terlegitimasi dari Dewan Keamanan PBB yang dilaksanakan oleh pasukan perdamaian dari Australia. Seakan-akan kita tidak mampu mengatasi kondisi yang terjadi. Sebagai perbandingan, Indonesia ikut akiif dalam menjaga perdamaian dunia dengan partisipasi “pasukan garuda” dalam pasukan perdamaian dibawah komando PBB. Tercatat lebih dari sepuluh kali pasukan garuda turut serta dalaam pasukan perdamaian.
Hak Azasi Manusia menjadi suatu alasan yang signifikan dalam pelaksanaan suatu intervensi. Bukan tidak mungkin menjadi alasan yang tepat, berhasilnya Timor-Timor keluar dari Indonesia adalah pengaruh dari intervensi militer tersebut. Indonesia juga mendapat intervensi yang tidak langsung dari negara adidaya, Amerika Serikat dalam berbagai permasalahan yang terjadi. Mulai dari penuntasan permasalahaan terorisme hingga berbagai kasus yang terjadi di Papua. Intervensi Amerika Serikat terhadap Papua terjadi karena negara tersebut memiliki kepentingan yang besar di sana.

Categories: Catatan Kuliah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.