ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN

Tugas Individu: Summary
Nama : Eko Sanjaya Tamba
NIM : 0601114071.
Jurusan : Hubungan Internasional.
M. Kuliah : Metode Penelitian Sosial.

ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN

Tulisan ini didasarkan pada buku W. Lawrence Neuman, University of Wisconsin 1997 yang berjudul Social Research Methods ‘Qualitative and Quantitative Approaches’, Third Edition dengan topic Science and Research, yang dipublikasikan di Boston. . Adapun hal yang akan dipaparkan dalam tulisan ini mengenai apa itu ilmu pengetahuan dan penelitian, bagaimana cara kerjanya dan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan penelitian. Suatu penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah atau tahapan-tahapan untuk memperoleh suatu pengetahuan. Selain itu, terdapat beberapa pilihan atau alternatif untuk penelitian social dalam rangka memperoleh suatu pengetahuan.
Penelitian adalah suatu cara untuk menemukan jawaban-jawaban terhadap beberapa pertanyaan. Sedangkan penelitian sosial adalah penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli sosiologi dan ilmuwan sosial untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang dunia sosial. Penelitian sosial meliputi banyak hal dan menyangkut mengenai bagaimana seseorang menemukan suatu hal yang baru dan asli dalam dunia sosial. Oleh karena itu, seorang peneliti harus mampu mengkombinasikan suatu teori tentang fakta-fakta secara sistematis dan meggunakan imajinasi dan kreativitasnya.
Suatu pengetahuan bukan hanya akan berasal dari penelitian sosial saja. Tetapi terdapat beberapa alternative atau pilihan sebagai sumber pengetahuan, seperti:
• Kekuasaan
Kekuasaan dijadikan sebagai dasar pengetahuan. Suatu pengetahuan dapat diterima dari orang tua, guru dan dapat diterima kebenarannya karena mereka berada dalam posisi yang memiliki kekuasaan.
• Tradisi
Pengetahuan dapat diperoleh melalui tradisi yang turun temurun dan dapat diterima kebenarannya karena memang selalu terjadi.
• Berdasarkan akal sehat
Kebenaran suatu hal dapat diperoleh berdasarkan akal sehat. Akal sehat bisa juga didasarkan atas sebuah tradisi.
• Cerita media
Media dapat juga memelihara keabadian berdasarkan sajian-sajian yang ditayangkan. Dan dapat mempengaruhi penonton tentang suatu hal.
• Pengalaman seseorang
Pengalaman dapat memberikan suatu pengetahuan dan juga memberi kesesatan. Ada beberapa kesalahan dalam pengalaman seseorang yang sering terjadi, yaitu
1). Generalisasi yang berlebihan
2). Observasi yang selektif
3). Penutupan yang gegabah.
4). Efek lingkaran.

`Penelitian sosial dilakukan untuk memperoleh suatu pengetahuan dengan meggunakan metode ilmiah. Ilmu pengetahuan adalah suatu institusi sosial dan merupakan sebuah cara untuk menghasilkan pengetahuan. Ilmu pengetahuan mengarah pada sistem yang menghasilkan pengetahuan dan pengetahuan dihasilkan melalui sistem tersebut. Peneliti atau ilmuwan mengumpulkan data dengan meggunalkan tehnik khusus dan meggunakan data data tersebut untuk menolak ataupun mendukung teori-teori.
Para peneliti tersebut merupakan kumpulan dari suatu komunitas ilmiah tertentu. Yang mana dalam komunitas tersebut mereka saling berinteraksi dan berbagi tentang cara dan komitmen dalam penelitian ilmiah. Terdapat beberapa aturan atau norma dalam suatu komunitas ilmiah yakni:
1. Bersifat universal. Keanggotaannya bersifat terbuka
2. Pengaturan skeptistik. Penerimaan suatu gagasan berdasarkan pengujian.
3. Ketidak berpihakan. Seorang ilmuwan harus netral dan adil terhadap suatu ide.
4. Cara hidup bersama. Pengetahuan ilmiah harus dibagi satu sama lain.
5. Kejujuran. Setiap ilmuwan harus jujur terhadap penemuannya.
Hasil yang diperoleh dari suatu penelitian dapat dimuat dalam suatu artikel jurnal pengetahuan. Dalam artikel ini akan dipaparkan bagaimana seorang peneliti menyampaikan secara formal hasil tersebut.

PENGETAHUAN SEBAGAI SUATU PROSES TRANSFORMASI
Dalam proses penelitian, seorang peneliti mulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan membuat metode dan tehnik khusus untuk memecahkan suatu masalah. Pada akhir proses akan diperoleh suatu hasil yang dinamakan pengetahuan ilmiah.
Langkah-langkah dalam proses penelitian:
1) Memilih topic
Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus menentukan hal atau masalah apa yang akan diteliti.
2) Fokus terhadap pertanyaan penelitian
Pertanyaan dibuat berdasarkan topik yang dipilih. Peneliti harus memberikan jawaban yang logis terhadap pertanyaan tersebut. Jawaban ini disebut hipotesa
3) Bentuk penelitian.
Merupakan cara melakukan penelitian ( apakah melakukan penelitian dengan survey atau dengan pengamatan)
4) Mengumpulkan data
5) Menganalisa data
Analisa data dilakukan untuk melihat adanya suatu pola yang timbul berdasarkan data yang diperoleh
6) Menerjemahkan atau menafsirkan data
Pola atau keterangan dari bebrapa data membantu peneliti untuk menafsirkan atau memberi makna dari data tersebut
7) Menginformasikan hasil penelitian
Peneliti menulis sebuah laporan yang menggambarkan latar belakang studi dan bagaimana cara melakukan penelitian tersebut serta hal apa yang ditemukan.

Terdapat 2 bentuk penelitian sosial yakni penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Sebagian besar peneliti yang menggunakan bentuk penelitian kualitatif memeriksa bentuk data kualitatif dan sebaliknya. Namun, kadang-kadang peneliti kualitatif meggunakan data kualitatif dan sebaliknya. Walaupun kedua bentuk penelitian merupakan bagian dasar prinsip dari ilmu pengetahuan, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.
Bentuk kuantitatif memiliki unsur atau bagian yang mendasar seperti: ukuran fakta objektif, focus terhadap variable, kebenaran adalah kunci, bebas nila, konteks berdiri sendiri, banyak kasus ( subjek ), peneliti bersikap objektif atau tidak memihak. Sedangkan bentuk kualitatif memiliki unsur dasar kebalikan atau lawan dari kuantitatif seperti : konsep kenyatan sosial, focus pada proses interaksi, keaslian adalah kunci, nilai adalah pemberian, memaksa situasi, sedikit kasus, dan peneliti dilibatkan.
Penelitian sosial adalah untuk, tentang dan dilakukan oleh manusia. Penelitian sosial yang dilakukan dengan berbagai tahapan dan dengan menggunakan dua bentuk tipe penedekatan penelitian yakni kualitatif dan kuantitatif semata-mata hanyalah suatu cara untuk menemukan suatu pengetahuan. Dimana pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang baru dan telah diuji kebenarannya. Pengetahuan yang didasarkan alternative atau pilihan belum tentu benar, tetapi pengetahuan yang berdasarkan penelitian mendekati kebenaran dan memiliki potensi sedikit untuk salah. Adalah penting untuk menganggap bahwa penelitian tidak selalu menghasilkan pengetahuan yang sempurna.

Referensi
Newman, W. Lawrence. Social Research Methods “Qualitative and Quantitave Approache” Third Edition, Allyn & Bacon. Boston, 1997.

ILMU PENEGETAHUAN DAN METODENYA

Tulisan ini didasarkan atas buku Ilmu Pengetahuan dan Metodenya yang disunting oleh C.A. Qadir. Dalam tulisan ini akan dipaparkan apa yang menjadi dasar konseptual dalam penelitian ilmiah. Tulisan ini dimulai dengan menjelaskan apa ilmu pengetahuan itu, bagaimana hakekat ilmu pengetahuan serta cakupan, ruang lingkup dari ilmu tersebut.serta apa yang membedakan ilmu pengetehuan itu dengan ilmu yang lain. Berbagai tahapan dilakukan dalam suatu penelitian ilmiah hingga dihasilkan suatu teori ilmiah yang telah diuji kebenarannya.
Ilmu pengetahuan merupakan hasil ciptaan manusia yang dilakukan secara sadar. Ilmu pengetahuan tersebut bersifat tepat, metodis, akademis, logis dan praktis. Secara umum ilmu pengetahuan jelas seperti agama, hukum , sosial, teknologi dan ilmu sosial lainnya karena terdiri dari rangkaian ide-ide. Tetapi secara lebih spesifik ilmu pengetahuan berbeda dengan ilmu-ilmu lain tersebut.
Ilmu pengetahuan merupakan metode eksperimental. Ilmu pengetahun akan berada dalam posisi yang benar jika diperoleh melalui kesimpulan logis dari suatu pengamatan empiris. Ilmu pengetahuan juga termasuk pengetahuan umum karena bukan hanya bersifat informatif tetapi dapat diamati, disusun berdasarkan hipotesis dan dipublikasikan. Hasil yang diperoleh dalam pengamatan ilmu pengetahuan itu, berupa fakta dan teori yang harus mampu bertahan beberapa periode dan dapat diuji secara kritis dan dapat diterima secara universal. Tujuan dari ilmu pengetahuan adalah mencapai suatu kesepakatan pendapat rasional mengenai bidang yang mungkin sangat luas.
Yang membedakan ilmu pengetahuan dengan ilmu-ilmu lainnya seperti hukum, agama, ilmu sosial dan teknologi adalah bahwa ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang unik dalam dalam usaha mencapai dan menekankan kesepakatan. Sebagai contoh antara ilmu pengetahuan dan ilmu hukum memilki hubungan karena berhubungan dengan teori yang diperdebatkan dan teori itu dapat dipatahkanataupun dibenarkan jika ada bukti pendukung.
Tetapi terdapat perbedaan sehingga hukum tidak bersifat ilmiah. Hukum harus membuat keputusan berdasarkan bukti-bukti dan materi-materi yang tidak dapat diterima sama sekali untuk mencapai kesatuan pendapat. Dalam hukum juga terpaku masalah moral sehingga ada paksaan untuk menaati suatu keputusan. Sedangkan dalam ilmu pengetahuan tidak ada paksaan untuk mengikuti suatu keputusan. Penelitian mengenai berbagai bidang ilmu pengetahuan ini dilakukan secara singkat dan skematis. Oleh karena itu, suatu disuplin ilmu tersebut dapat dikatakan bersifat ilmiah atau tidak adalah dengan mengkaji sikap para praktisi profesionalnya terhadap karya mereka satu dengan yang lain.
Sebagai pertanyaan yang mendasar, sebenarnya apa ilmu pengetahuan itu? Terdapat beberapa pandangan yang akan menjawab pertanyaan apa ilmu pengetahuan itu, antara lain
1. Pandangan Statis
Ilmu pengetahuan merupakan salah satu cara untuk menjelaskan alam semesta tempat kita hidup. Menempatkan rangkaian prinsip, dalil, dan teori yang saling berlainan dengan berbagai informasi yang teratur
2. Pandangan Dinamis
Ilmu pengetahuan adalah sebuah kegiatan.
3. Menurut James .B. Conant
Ilmu pengetahuan adalah rangkaian konsep dan kerangka konseptual yang saling berkaitan dan telah berkembang sebagai hasil percobaan dan pengamatan dan bermanfaat untuk percobaan dan pengamatan lebih lanjut ( James. B. Conant, 1995: 30)
4. Sebagai Suatu Pendekatan Skeptis
Kebanyakan realitas ilmu pengetahuan dewasa ini disajikan sebagai bentuk dogmatis untuk memulihkan keyakinan akan asumsi akan relaitas ilmiah
5. Ilmu Pengetahuan Eksperimental
Dapat dipandanag sebagai kegiatan yang meningkatkan kecukupan konsep dan kerangka konseptual yang dihubungkan dengan jenis persepsi tertentu dan yang menimbulkan jenis kegiatan tertentu.
6. Sebagai Pengetahuan Akumulatifi
Disebut pengetahuan akumulatif jika memakai bidang yang luas dan mencakup semua ilmu yang sedang berkembang dewasa ini.

Penelitian terhadap ilmu pengetahuan akan menghasulkan suatu pengetahuan baru. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ilmiah yang mana dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Terdapat beberapa tahapan dalam metode ilmiah tersebut, yaitu:
1. Masalah
Harus ada masalah yang dirasakan sebelum ilmuwan bekerja. Sebuah masalah dapat dikatakan sebgai fakta atau kelompok fakta.
2. Hipotesis awal
Hipotesis awal harus bersifat sementara dan harus pula didasarkan pada pengetahuan sebelumnya. Suatu hipotesis sangat diperlukanagar suatu penyelidikan srius dapat dimulai
3. Pengumpulan fakta tambahan
Suatu fakta awal akan mendorong munculnya fakta tambahan yang berfungsi sebagai petunjuk untuk pemecahan akhir suatu permasalaahn
4. Merumuskan hipotesis
Hipotesis diperoleh dari pengumpulan dan penyimpulan beberapa fakta
5. Menyimpulkan akibat lebih lanjut
Penyimpulan akibat lebih lanjut digunakan untuk menjelaskan fakta lain yang sebelumnya tidak terumuskan dalam hipotesis dan tidak pernah diduga sebelumnya.
6. Menguji akibat
Akibat dari hipotesis yakni sebuah ramalan diuji kebenarannya untuk mendukung proses penelitian ilmiah
7. Penerapan
Dalam tahap ini, masih harus disimpulkan akibat lebih lanjut dari suatu hipotesis untuk tujuan praktis dari penelitian tersebut

Mengenai suatu masalah, yang dibutuhkan adalah pembuatan hipotesis yang relevan kemudian mengadakan serangkaian percobaan penting untuk memilih salah satu hipotesis dan terhapusnya hipotesis lain. Perumusan atau menemukan suatu hipotesis bukanlah suatu proses mekanis melainkan proses kreatif. Dalam suatu penelitian, hipotesis memegang peran yang sangat dominant. Sebenarnya apa itu hipotesis? Dan seberapa penting hipotesis tersebut dalam suatu penelitian ilmiah?.
Penjelasan-penjelasan sementara dapat diterima dari pengetahuan yang telah dimiliki dan dari perkiraan terhadap suatu permasalahan. Apabila pengetahuan tersebut dirumuskan sebagao proposisi, maka pengetahuan itu disebut hipotesis. Hipotesis berfungsi mengarahkan penyelidikan untuk mencari tata-hubungan antar fakta. Kebenaran suatu hipotesis dapat dibuktikan melalui sebuah penelitian. Dalam mengarahkan penyelidikan, suatu hipotesis perlu memperhatikan beberapa fakta yang mencolok.
Terdapat beberapa prasyarat-prasyarat formal yang harus dipenuhi oleh suatu hipotesis yang memuaskan, yaitu:
1. Hipotesis harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga darinya dapat ditarik deduksi-deduksi, akibatnya hipotesis itu akan menghasilkan suatu keputusan.
2. Hipotesis itu harus menjawab persoalan yang menjadi awal-mula penyelidikan itu
3. Suatu hipotesis dinyatakan benar melalui ramalan-ramalan yang berhasil dilakukan, tetapi tidak dibuktikan melampaui segala keragu-raguan.
4. Hipotesis yang memuaskan adalah hipotesis yang lebih sederhana. Dikatakan lebih sederhana jika jumlah pola unsurnya yang mandiri lebih sedikit daripada yang lain.
Suatu hipotesis harus dapat dibuktikan. Pembuktian itu diadakan melalui percobaan atau pengamatan indera. Dalam penelitian ilmiah, seorang peneliti harus dapat membedakan antara fakta dan hipotesis. Terdapat empat arti fakta, yaitu:
1. Fakta kadang-kadang dimaksudkan dengan unsur-unsur tertentu yang ditangkap lewat indera.
2. Fakta, kadang-kadang merupakan proposisi yang menafsirkan pengalaman indera kita.
3. Fakta, kadang-kadang juga merupakan proposisiyang menunjukkan dengan benarrangkaian atau hubungan sifat-sifat
4. Fakta, adalah hal yang ada dalam ruang atau waktu, serentak dengan hubungan-hubungannya.
Karena itu perbedaan antara fakta dan hipotesis tidak pernaha jelas karena “fakta” bisa berarti proposisi yang memang benar, tetapi bukti untuk itu tidak pernah lengkap. Hipotesis berfungsi untuk memahami fakta yang ada dalam ruang atau waktu, serentak dengan hubungannya
Keseluruhan proses dalam penelitian ilmiah yang dimulai dengan langkah-langkah penelitian, dimana ditemukan fakta-fakta yang terkait dengan permasalahan, perumusan hipotesis hingga pengujian dan pembuktiannya berdasarkan fakta-fakta sampai dihasilkannya suatu teori ilmiah merupakan bagian dari metode ilmu pengetahuan.
Metode ilmu pengetahuan adalah tehnik yang paling terpercaya, yang direncanakan oleh manusia untuk mengontrol perubahan benda-benda serta membangun keyakinan yang kukuh. Metode ilmu pengetahuan akan mustahil jika hipotesis-hipotesis yang diajukan sebagai pemecahan tidak dapat diuraikan lebih lanjut untuk memperlihatkan apa yang dinyatakan.

Referensi
Qadir. C.A.dkk. Imu Pengetahuan dan Metodenya. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.1995

Categories: Catatan Kuliah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.