NON STATE ACTORS: NGOs, NETWORKS AND SOCIAL MOVEMENT

Tulisan ini didasarkan atas buku Margareth. P. Karns; Karen A Mingst yang berjudul International Organization; The Politics and Processes of Global Governance Chapter 6 (hal 211-247) dengan topik Nonstate Actors: NGOs, Networks and Social Movement yang diterbitkan Lyne Rienner Publisher di London pada tahun 2004. Adapun hal yang akan dijelaskan dalam tulisan ini mengenai aktor-aktor internasional non negara seperti NGO, jaringan dan koalisi (Network and Coalitions) dan gerakan sosial (Social Movement), perusahaan multinasional (MNC), bagaimana perkembangan dan pengaruhnya serta hubungannya dengan aktor aktor internasional lainnya seperti negara dan organisasi-organisasi pemerintah.

Dewasa ini, perkembangan studi hubungan internasional semakin kompleks dan beragam dengan mulai masuknya aktor-aktor seperti Organisasi Pemerintah (IGO) dan organisasi non pemerintah (INGO) serta semakin kuatnya peran dan pengaruh aktor-aktor tersebut dalam hubungan internasional. Hubungan internasional tidak lagi hanya didominasi oleh negara-negara tetapi sudah mulai dipengaruhi oleh peran PBB, Uni Eropa, MNC, IGOs, NGOs bahkan kelompok individu lintas batas negara seperti kelompok teroris internasional. Isu-isu yang berkembang dalam dunia internasional tidak lagi didominasi oleh permasalahan-permasalahan politik, pertahanan dan keamanan saja, tetapi isu mengenai hak azasi manusia, ekonomi, lingkunagn hidup dan terorisme sudah menjadi permasalahan yang menarik perhatian masyarakat internasional.
Pelaku-pelaku baru dalam hubungan internasional seperti aktor-aktor non negara turut ambil bagian dalam mengatasi dan memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hubungan internasional. Aktor non negara dapat digolongkan menjadi aktor non negara non profit (yang tidak mencari keuntungan) seperti NGO, Network and Coalitions , Social Movement dan aktor non negara profit seperti perusahaan multinasional (MNC). Aktor negara non profit seprti NGO (Non Governmental Organization), jaringan dan koalisi serta gerakan sosial adalah bentuk gerakan yang ingin memperjuangkan kepentingan umat manusia terkait permasalahan dalam bidang kemanusiaan, keamanan dan masalah lingkungan.
NGO didirikan oleh individu atau sekelompok orang untuk melakukan kegiatan yang bertujuan mempengaruhi kebijakan negara dan organisasi pemerintah (IGO) dalam bidang-bidang kemanusiaan (HAM), memperjuangkan hak wanita, perdamaian dan perlindungan alam. NGO beroperasi ditingkat universal, antar benua dan tingkat regional. Contoh NGO seperti Palang Merah Internasional, Oxfam, Doctor Without Borders, CARE International, Save The Children Federation dan lain-lain. Sementara jaringan dan koalisi ( Network and Coalitions) merupakan kemajuan dalam bidang hubungan antar NGO. Sistem Internasional yang bersifat jaringan menciptakan hubungan multilevel diantara organisasi yang berbeda.
Social Movement atau gerakan sosial adalah gerakan yang sifatnya tidak terstruktur dan informal yang focus pada permasalahan sosial dan politik. Gerakan sosial lahir dari situasi yan menyebabkan ketidakadilan dalam masyarakat. Gerakan ini mengambil bentuk protes atau unjuk rasa di jalan dalam menunjukkan aksinya.
Aktor non negara profit seperti perusahaan multinasional (MNC) juga merupakan NGO yang bertugas khusus mencari keuntunngan dan bergerak hingga melewati hingga lintas batas negara. Perusahaan multinasional (MNC) ini berusaha mempengaruhi tindakan dan kebijakan aktor negara tempat berinvestasi agar menerapkan sistem perdagangan liberal dan kebijakan investasi sehingga memberikan keuntungan kepada MNC itu sendiri. MNC bergerak dibidang industri, perbankan dan perusahaan jasa. Contoh MNC seperti Chevron, Freeport, Carrefour, McD, Toyota, Honda, Nike dan lain-lain.
Organisasi-organisasi internasional non pemerintah ( NGO) semakin berkembang dan memilki pengaruh dan peran yang patut diperhitungkan dalam hubungan internasional dewasa ini. Banyak faktor yang menyebabkan semakin berkembangnya pengaruh NGO dalam hubungan internasional. Antara lain; adanya pengaruh globalisasi dan tingkat ketergantungan antar negara didunia. Globalisasi membuat hubungan antar negara didunia semakin dekat. Globalisasi mengacu kepada kesadaran manusia bahwa dunia semakin sempit. Globalisasi menggabungkan beberapa sistem dalam dunia internasional menjadi satu. NGO membantu negara dalam menyebarkan dan mengumpulkan informasi. Keterlibatan NGO dalam setiap pertemuan dan konferensi yang membahas permasalahan global juga membuat semakin meningkatnya peran serta dan pengaruh NGO dalam dunia internasional. Selain itu faktor kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet dan lainnya juga mempengaruhi perkembangan NGO. Faktor lain yang tidak dapat dilewatkan begitu saja adalah demokratisasi dalam dunia internasional dan perubahan isu-isu dari politik, pertahanan dan keamanan menjadi permasalahan yang menyangkut bidang kemanusiaan, perdamaian, dan permasalahan lingkungan semakin meningkatkan peran serta dan pengaruh NGO dalam hubungan internasional.
NGO berusaha untuk mempengaruhi tindakan-tindakan aktor lain seperti negara dan organisasi internasional pemerintah (IGO) dalam memajukan kepentingan dan cita-cita mereka dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat internasional. NGO dapat mempengaruhi tindakan atau kebijakan yang akan dikeluarkan oleh negara terkait permasalahan yang diperjuangkan tersebut. Sebagai contoh masukan dan aksi protes serta tindakan dari NGO seperti Greenpeace agar negara-negara didunia berusaha untuk menjaga lingkungan dan mendesak negara-negara industri penghasil emisi dan polusi terbesar turut serta dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan dengan mengucurkan dana dalam perlindungan dan pemeliharaan hutan diseluruh dunia. Greenpeace juga pernah melakukan tindakan dan aksi protes kepada pemerintah Jepang agar menghentikan aksi perburuan paus di sekitar perairan Australia di daerah Antartika karena menyebabkan populasi paus semakin punah.
Walaupun tidak memiliki kedaulatan, tidak bisa membuat hukum, tidak mempunyai kekuatan militer dan sumber dana yang tetap tetapi NGO bisa mempunyai pengaruh dalam pembuatan keputusan dan membantu penyusunan suatu agenda dalam memecahkan suatu permasalahan apabila memiliki jaringan yang luas hingga dari kalangan bawah, regional dan global. Isu yang diusung NGO yakni masalah kemanusiaan, perdamaian dan linguntukungan menjadi sanagt penting jika dibandingkan dengan kedaulatan negara.Oleh karena itu negara-negara didunia tidak mampu melawan pengaruh dari NGO terkait permasalahan yang menjadi isu “sensitif” dalam dunia internasional dewasa ini.
NGO juga memiliki hubungan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan badan-badan yang berada dalam naungan PBB. NGO aktif dalam PBB sejak lembaga ini didirikan. PBB mengakui peran NGO sebagai organisasi internasional yang memiliki peranan dalam hubungan internasional. NGO berperan dalam PBB dalam bidang ECOSOC ( Economic and Social Council). NGO berhak menghadiri konferensi dan konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan oleh PBB. Satu satunya NGO yang memiliki
kursi di Majelis Umum PBB tetapi tidak memilki hak suara adalah PLO ( Palestine Liberation Organization ) sedangkan Palang Merah Internasional mendapat status sebagai pengamat dalam Majelis Umum PBB.
Dalam mempelajari mengenai organisasi dan administrasi internasional, sangat erat kaitannya dengan aktor-aktor non negara seperti organisasi internasional non pemerintah dan perusahaan multinasional. Dimana, aktor tersebut semakin menunjukkan pengruh dan peran serta nya dalam hubungan internasional dewasa ini. NGO memilki kontribusi dan bekerjasama dengan PBB dalam mengatasi permasalahan dalam dunia internasional. Perkembangan dan peningkatan jumlah, peran serta pengaruh organisasi internasional non pemerintah, gerakan sosial dan perusahaan multinasional bukan hanya menunjukkan peningkatan kuantitas tetapi semakin menunjukkan peran aktor non-negara yang semakin besar jika dibandingkan dengan peran aktor negara. Perkembangan organisasi tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan dalam organisasi dan administrasi internasional sekarang ini.
Di Indonesia, perkembangan pengaruh dan peningatan peran serta organisasi non pemerintah, jaringan dan koalisi, gerakan sosial dan perusahaan multi nasional (MNC) dalam mempengaruhi tindakan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak dapat kita abaikan. Green peace, WALHI, World Wildlife Fund dan organisasi non pemerintah (NGO) yang bergerak dalam bidang lingkungan berusaha mendesak dan mempengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan permasalahan lingkungan di Indonesia sebagai paru-paru dunia dan negara yang memilki kekayaaan dalam keanekaragaman tumbuhan dan hewan. Organisasi tersebut selalu melakukan control terkait atas tindakan pemerintah yang menyangkut masalah lingkungan. Selain itu peran perusahaan multinasional (MNC) yang juga tidak bisa kita abaikan dalam mempengaruhi tindakan pemerintah. Freeport, Cheevronn, Carrefour dan MNC lainnya aktif melakukan lobi kepada pemerintah dalam menetapkan kebijakan mengenai investasi mereka di Indonesia agar mereka mendapatkan keuntungan dari kebijakan yang dikeluarkan tersebut. Tidak jarang, kepentingan MNC tersebut meminggirkan masalah kemanusian, lingkungan dan mengorbankan kepentingan masyarakat banyak. Sebagai contoh kontrak yang sangat panjang yang dikeluarkan pemerintah terhadap Freeport yang dapat menb mbuat semakin rusaknya lingkungan di Papua. Perkembangan ritel-ritel besar seperti Carrefour dan Hypermart serta yang lainnya dapat menggusur pasar tradisional di Indonesia. Namun semua hal tersebut harus diakui sebagai akibat globalisasi yang tidak dapat dibendung dengan kesiapan dan kemampuan dari masyarakat Indonesia.

About these ads
Categories: Catatan Kuliah | Tags: | 1 Komentar

Post navigation

One thought on “NON STATE ACTORS: NGOs, NETWORKS AND SOCIAL MOVEMENT

  1. sarah

    nice blog.. lalu bagaimana peran NGO lingkungan seperti walhi,wwf, greenepace sikapnya dalam menekan kebijakan pemerintah terhdap isu perubahan iklim?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.